Beberapa tahun belakangan, kata passion menjadi tren yang gemanya cukup kencang. Satu sisi, ajakan untuk mengenali passion. Sisi lain, keinginan individu untuk menjalani hidup sesuai passion. Saya sendiri termasuk pendukung setiap orang yang ingin menemukan dan menjalani kehidupan sesuai dengan passionnya. Sebab passion, dalam definisi yang saya yakini, adalah sebuah cetak biru kehidupan yang Tuhan […]

“Jika ada yang katakan kesabaran ada batasnya, maka kemarahan dan kekecewaan pun ada batasnya pula.” Demikian biasa terdengar. Sebuah kalimat yang tentu memiliki alasan. Atau menjadi alasan, untuk tidak merasa sabar. Dulu, aku berpikir bahwa kalimat ini amat perlu direvisi. Ya, mempelajari beragam ilmu dan meretas secuil hikmah saja telah mengajarkanku bahwa kesabaran sungguh tidak

Kesabaran Itu Ada BatasnyaRead More »

Segala tempat bergantung, selama ia makhluk, pasti akan musnah. Maka bergantung pada makhluk, lalu merasa goyah, adalah sebuah keniscayaan. Bergantunglah pada Dzat yang takkan lemah, yang menjadi sandaran segala makhluk, suka atau tidak, sadar atau tidak. Selain itu disukaiNya, jiwamu pun kan tenteram karenanya. Kala sesuatu digantungkan pada tempat yang lebih tinggi, mudah memahami hakikat

Bergantung Pada yang TinggiRead More »

“Kecepatan, seringkali mengurangi penghayatan.” Kapan terakhir kali berjalan tergesa-gesa? Di kala keinginan untuk cepat sampai itu begitu besar, berapa banyak kah hal yang terlewat tak terperhatikan? Kapan terakhir kali makan tergesa-gesa? Mampukah mengingat nikmatnya setiap suapan dan kunyahan? Kapan terakhir kali berkendara tergesa-gesa? Adakah pemandangan sekitar tampak dengan indah?

“Kekurangan diri ini, adalah ladang bagi kelebihan orang lain. Kelebihan diri ini, adalah ladang bagi kekurangan orang lain.” Pengaturan Tuhan sungguh sempurna. Ciptaannya bagaikan puzzle, sebuah gambar indah terbentuk dari ratusan potongan kecil. Jangan remehkan tiap potongan, sebab tanpa sebuah takkan jadi gambaran indah. Maka sesederhana apapun setiap keping tampaknya, ia unik, tak terganti, memiliki

Kurang dan LebihRead More »

“Dia yang tak pernah berhenti belajar, tak pernah menjadi tua.” Membaca adalah perintah pertama. Tentu bukan sekedar membaca dalam artian harfiahnya, melain menelaah setiap detik yang telah lewat, tuk menjadi bekal bagi setiap detik yang kan dilalui. Maka merugilah diri yang melewati tiap detik tanpa menarik pelajaran, sebab itu berarti ia berjalan mengembara tanpa bekal.

“Kebosanan adalah tanda kurangnya makna-makna. Menyelamlah, dan temukan rahasia-rahasia indah.” Bosan bukanlah kondisi alamiah insan. Sebab sejatinya diri merindu mewujudkan segala hal nan berarti. Maka bergerak adalah sifat asli, sementara diam hanyalah perhentian sejenak melepas penat. Maka kala rasa bosan hadir, tak lain adalah tanda akan kurangnya gerak, lahir maupun batin. Gerak lahir tentulah kita

Obat KebosananRead More »

“Latihan kepemimpinan sejati adalah kala tak punya posisi. Ketika tak ada yang bisa dipengaruhi kecuali diri sendiri.” Kepemimpinan selalu dimulai dari dalam. Ia tumbuh menghujam, sebelum menjulang tinggi. Sebab tingginya pohon memerlukan kokohnya akar.

“Pada dia yang kucinta, kadang ku tergoda mengiba imbalan. Beruntung segera kuinsyafi bahwa cinta adalah pemberian.” Sesejatinya cinta adalah pemberian. Tengoklah ketulusan pemberian seorang ibu pada anaknya. Ia lah wujud keluhuran cinta kala kita ingin melihatnya. Maka mudah lah bagi kita jika ingin mengukur apakah cinta ini telah murni. Yakni mencermati seberapa jauh diri ini

Memberi adalah Puncak Keinginan Para PecintaRead More »