“Pemimpin, adalah hadiah bagi yang dipimpin.” Demikian sebuah nasihat pernah bertutur. Ya, saya dulu berpikir sebaliknya. Bahwa kita, yang dipimpin ini, membutuhkan seorang pemimpin agar bisa berubah. Ini benar adanya. Hanya dalam banyak kondisi, yang terjadi bisa sebaliknya. Yakni bahwa hadirnya seorang pemimpin, ditentukan oleh yang dipimpin. Apa pasal? Lah, memang darimana asal seorang pemimpin […]

Misi dan Tujuan telah dimiliki, bagaimana menjadikannya nyata? Inilah tantangannya. Sebab bermimpi itu enak, maka ada banyak orang yang berhenti disitu, dan merasa bahwa segalanya telah dimiliki. Padahal adalah hak sebuah impian, untuk diwujudkan. Jika kita telah berani bermimpi, kita mesti sungguh-sungguh mewujudkannya. Atau kalau tidak, impian itu akan menghantui masa depan kita, menuntut haknya.

Mind into Muscle: Dari Misi Menjadi AksiRead More »

Setelah kita sadari kemampuan mengelola pikir dan rasa, setelah kita bisa merasa bahagia sebab pilihan dan bukan keadaan, lalu apa? Apa lagi yang penting dilakukan? Insan yang bertanggung jawab atas responnya tentu takkan berhenti hanya karena ia mampu mengotak-atik pikirannya. Ia akan melangkah maju untuk bertanggung jawab atas nasibnya. Sebab nasib adalah di tangannya, menari

Kenali Misi, Tetapkan TujuanRead More »

“Menabur pikiran, menuai tindakan,” nasihat Samuel Smiles, sebagaimana kerapkali dikutip oleh Stephen R. Covey. Sebab kita menginginkan hasil, dan hasil adalah buah dari tindakan, maka cermatlah terhadap pikiran yang menjadi bibitnya. Mengapa ada orang yang mencapai hasil sedang yang lain tidak? Cermati pikirannya, sebab dari sana lah semuanya bermula. Tapi apa itu pikiran? Seperti apa

Manage Your Mind, or Someone Else WillRead More »

Sebagaimana telah saya singgung pada artikel lalu, NLP amat erat hubungannya dengan kepemimpinan. Sebab mempraktikkan NLP, sejatinya adalah menjadi tuan atas diri sendiri, menjadi pemimpin atas diri sendiri. OK, kepemimpinan. Ia adalah sebuah nominalisasi. Kata benda, yang bukan benda. Meski secara kaidah kebahasaan tergolong kata benda, kita tidak pernah bisa menemukannya di pasar, mal, pun

NLP dan Kepemimpinan DiriRead More »

“Hanya para pemimpin, yang mampu menghasilkan pemimpin.” Sekali lagi, pemimpin tidaklah mesti pimpinan. Ia yang menjadi pimpinan, belum tentu pemimpin. Dan ia yang memimpin, tak harus jadi pimpinan. Kepemimpinan, bukanlah tentang mengelola orang lain. Ia adalah tentang mengekspresikan anugerah yang telah Tuhan tanamkan dalam tiap diri. Maka siapapun, memiliki tanggung jawab kepemimpinan, selama hayat masih

Penghasil PemimpinRead More »

Menelusuri Leaders, karya fenomenal Warren Bennis dan Burt Nanus, paham lah kita bahwa betapa banyak pemahaman kepemimpinan yang beredar sejatinya hanyalah mitos belaka. Dan menariknya mitos adalah ia begitu melekat, hingga diyakini tanpa sadar, tanpa dipertanyakan lagi. Apa dampaknya? Tentu pada usaha kita untuk menghadirkan para pemimpin. Sebab kepemimpinan dibalut dengan sesuatu yang seolah di

Para Pemimpin #6: Mitos-mitos KepemimpinanRead More »

“Saat kami bertanya pada 90 orang pemimpin yang kami wawancarai tentang kualitas personal yang mereka perlukan untuk menggerakkan organisasi, mereka tak pernah menyebut soal karisma, penampilan, manajemen waktu, atau hal-hal populer lain. Sebaliknya, mereka bicara soal keteguhan dan pemahaman diri, tentang kemauan untuk mengambil risiko dan menerima kesalahan, tentang komitmen, konsistensi dan tantangan. Dan di

Para Pemimpin #5: Menggerakkan PertumbuhanRead More »

“Pemimpin yang baik,” demikian sebuah nasihat, “mampu menghadirkan kepercayaan dari pengikut kepada dirinya. Sedang pemimpin yang hebat, mampu menghadirkan kepercayaan dari pengikut kepada diri mereka sendiri.” Tertegun saya membaca nasihat ini. Sebab apa yang selama ini saya pikirkan tentang menjadi pemimpin adalah jenis pemimpin yang baik saja. Ya, baik, tidak buruk. Namun juga belum hebat.

Para Pemimpin #4: Membangun KepercayaanRead More »

Social architecture, adalah istilah yang diajukan oleh Bennis dan Nanus dalam Leaders. Dan pemahaman pendek saya mengatakan ia memiliki makna yang berkaitan dengan budaya organisasi. Setelah seorang pemimpin berhasil mengajak seluruh tim untuk menyepakati sebuah visi, maka ia harus memastikan setiap langkah individu dalam organisasi berada dalam irama yang sama mencapainya. Caranya? Ya membangun arsitektur

Para Pemimpin #3: Menghadirkan Makna Melalui BudayaRead More »