Ini adalah pertanyaan lanjutan yang cukup sering ku terima setiap kali orang tahu kalau aku kuliah formal filsafat. Sejujurnya, waktu kuliah S1 pun aku tak tahu apa guna filsafat. Kuliah 2 SKS saat itu tak membekas, mungkin karena aku terlalu muda, mungkin juga karena memang yang ku pelajari saat itu baru sekedar pengantar. Lalu, setelah […]
Author: Teddi Prasetya
Jika menjadi seorang pemimpin berarti menjadi guru dan orang tua bagi timnya, bagaimana seseorang menumbuhkan dirinya sebagai pendidik? Seorang pendidik, pertama-tama, perlu meyakini bahwa anak didiknya memang bisa dididik. Artinya, mereka memiliki potensi. Ada hal tersembunyi, bibit, yang perlu ditanam, dirawat, sebelum akhinya kelak menjadi pohon yang rindang dan berbuah ranum. Tanpa keyakinan ini, seorang
Dalam NLP adalah satu kerangka berpikir yang disebut dengan Neuro-Logical Level (NLL). Ini adalah kerangka berpikir yang, oleh perumusnya Robert Dilts, dimaksudkan sebagai unified field theory of NLP. Sebuah teori yang akan merangkai banyak teknik dan model yang tersedia dalam NLP. Model yang dikembangkan dari teori logical level karya Gregory Bateson ini mengajak kita untuk
Sejarah NLP diawali dengan sebuah aktivitas bernama modeling. Modeling bermakna model-ing, melakukan proses memodel (meniru), atau bisa juga dipahami sebagai menyusun sebuah model. Jika kita meyakini bahwa manusia bertindak berdasarkan model dunia yang dimiliki (map), maka menyusun sebuah model berarti menyusun sebuah peta untuk menghasilkan tindakan. Maka kata model dan memodel merupakan kata kunci dalam
Ada dua kegelisahan yang baru muncul dalam diriku belakangan ini. Pertama, sebuah iklan yang muncul di akun medsosku, tentang aplikasi kecerdasan buatan atau akal imitasi (AI) yang bisa digunakan oleh mahasiswa untuk membuat tugas kuliah. Bukan sekedar membantu mencari referensi, tentu saja, tapi membuatkan sampai jadi sebuah artikel. Tak cukup sampai di situ, iklan itu
Salah satu hal berharga yang ku pelajari sejak belajar filsafat secara formal adalah keterampilan berpikir. Berfilsafat berarti berpikir. Dan berpikir berarti menulis. Maka belajar filsafat sebenarnya adalah berlatih untuk berpikir secara ilmiah dan menuliskannya, dalam artian yang paling dasar. Aku memiliki beberapa tulisan ilmiah sejak kuliah S1. Sempat ada yang terbit pula di jurnal dan
Ini adalah jawaban atas pertanyaan yang amat sering diajukan oleh kawan-kawan yang tahu aku kuliah filsafat. Aku pernah menulis artikel beberapa tahun lalu soal hal ini. Tapi menengok ke belakang, setelah menyelesaikan magister, aku menemukan alasan berbeda yang membuatku kini masih melanjutkan belajar filsafat. Sejak memutuskan kuliah magister, ku sadari kalau pertanyaan-pertanyaan penelitianku memang lebih
Sebutan guru, mengandung dua kata, digugu dan ditiru. Sederhananya, guru adalah orang yang pada dirinya ada kelayakan untuk ditiru. Apa yang ditiru? Tentu saja ilmunya. Tapi tak sekedar ilmu sebagai pengetahuan, melainkan ilmu yang telah menjadi lelaku. Sebab baru ketika ilmu jadi perilaku, ia tampak, hingga bisa ditiru. Sebelum ilmu menjadi tindakan, ia belum bisa
Aku ingin berbagi kepadamu sebuah mimpi. Barangkali kau tertarik, bolehlah kita mewujudkannya bersama. Ya, sudah lama aku bermimpi untuk memiliki sebuah perpustakaan publik. Rumah baca yang menjadi tempat belajar bersama. Tentu saja tidak hanya orang bisa datang untuk meminjam buku dan membaca, kita tentu akan berdiskusi di sana. Tapi rumah baca itu tentu perlu bisa
Setelah menulis tentang perjalanan ELC di artikel sebelumnya, aku baru tersadar bahwa sebenarnya program sertifikasi NLP Coaching justru berumur lebih tua dari itu. Ya, kelas coaching berbasis NLP sendiri kan sudah diadakan sejak 2010, tapi hanya berupa kelas pendek berdurasi dua hari. Perlu ku akui, saat itu pun kemampuan coaching ku masih amat terbatas. Meski

Recent Comments