Ku tulis di artikel sebelumnya, bahwa ELC sudah berumur sepuluh tahun. Ia dimulai sejak 2015 dengan nama NLP Essentials. Kala itu durasinya tiga hari, berjalan dua angkatan. Setelahnya, kami merasakan bahwa materi yang dirasa penting sungguh sulit dibawakan dalam tiga hari. Jadilah kami desain ulang sehingga jadi empat hari, dibagi menjadi dua modul.  Ah, aku […]

Baru ku sadari hari ini, di kelas Essential Life Course (ELC) Jakarta, bahwa INLPS sudah bekerja sama dengan Amaris Kemang selama sepuluh tahun. Ini juga sekaligus menandai bahwa program ELC sudah berjalan 10 tahun juga.  Wah, lama juga ya. Alhamdulillah. Ah, mungkin ini adalah momen tepat untuk merefleksikan perjalanan ELC dan INLPS, bersama Amaris Kemang

10 Tahun INLPS di Amaris KemangRead More »

Peristiwa hari-hari ini membuatku ingin berkomentar, “Siapa bilang jadi pemimpin itu mudah?” Ya, jadi pemimpin itu tak pernah mudah. Ia membutuhkan seperangkat kemampuan yang kompleks, teknis dan karakter. Keributan yang dipicu oleh perkataan para elit politik adalah contoh dari kebutaan mereka bahwa saat mereka menjadi pejabat publik, maka mulut mereka memang tak bisa sembarangan lagi

The Cost of IncompetencyRead More »

Dalam setiap perayaan Idul Adha, khatib shalat sering mengangkat penggalan kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail as sebagai pelajaran. Ayat yang kerap dikutip adalah QS Ash-Shaffat ayat 102 yang terjemahannya adalah sebagai berikut: “Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, ‘Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah

Belajar Lagi dari Ibrahim dan IsmailRead More »

Ya, empat tahun lalu aku menulis sebuah artikel bertajuk “Perkenalanku dengan Filsafat”. Artikel itu menandai perjalananku belajar filsafat secara formal di STF Driyarkara. Rupa-rupanya, aku tak pernah lagi menulis soal perjalanan belajarku selama di sana, hingga akhirnya aku tahun ini lulus studi S2. Setahun matrikulasi, tiga tahun kuliah, total empat tahun. Lebih lama dari masa

Empat Tahun Belajar FilsafatRead More »

Jika ada satu tantangan pembelajaran yang paling krusial untuk diatasi oleh manusia di era ini adalah: kecenderungan kita untuk menggemari ringkasan. Sepuluh tahun lalu, setidaknya, kita masih dimudahkan mencari referensi berupa tautan di situs web yang setidaknya menghendaki kita untuk membaca sendiri artikel yang tersedia. Kini, kecerdasan imitasi telah melangkah lebih jauh untuk meringkaskan semua

Pentingnya Menyelam DalamRead More »

Belakangan ini berita terkuaknya kasus korupsi sedang ramai. Dari pagar laut hingga Pertamina, kita geleng-geleng kepala dibuatnya, sebab melibatkan banyak orang yang sebenarnya sudah amat sangat kaya, dengan mengorbankan mereka yang miskin. Pertanyaan yang muncul dalam benakku adalah bagaimana asal muasal korupsi ini? Bagaimana seseorang (atau sekelompok orang) terlibat, tega, terencana, terorganisir, berusaha mengeruk kekayaan

Batas HakRead More »

Di awal tahun ini, seperti biasa, banyak yang menyarankan untuk membuat tujuan. Resolusi awal tahun, namanya. Itu sudah biasa. Namun di sisi lain, ada yang mengatakan bahwa tak perlu lah kita membuat semacam itu. Toh, banyak yang tak tercapai pula. Beredar sebuah video yang secara jenaka menunjukkan seseorang sedang mengevaluasi resolusi awal tahunnya dengan menghapus

Tetaplah Membuat TujuanRead More »

Aku berpendapat, orang yang berkeinginan untuk menjadi trainer, konsultan, atau pengajar lain dalam arti luas, mestilah menulis.  Ini alasannya.  Menulis adalah menuangkan gagasan. Mereka yang terampil dan rajin menulis, bisa dibayangkan memiliki gagasan dan kemampuan untuk menuangkannya. Jika dibalik, mereka yang tak rajin menulis, mungkin memiliki gagasan namun kesulitan menuangkannya. Atau, memang tak punya gagasan

Para Trainer, MenulislahRead More »

Ada yang menarik dalam pertemuanku kemarin dengan dua orang guru. Pertama adalah Pak Bagus Riyono, kedua adalah Bu Emi Zulaifah. Keduanya adalah suami istri yang sama-sama ahli dalam psikologi, pertama-tama Psikologi Industri-Organisasi, dan saat ini menggeluti Psikologi Islam. Dalam diskusi berbalut silaturahmi itu, terangkat satu topik tentang tazkiyah. Kata ini biasa dipahami oleh seorang muslim

Kebenaran dan PemurnianRead More »