Aku makan di sebuah restoran cepat saji. Seraya mengantri, pandanganku tertuju ada sebuah tulisan sebesar poster ukuran A3. Dalam poster itu, tertulis “Melayani dengan hati”. Di bawah kalimat itu, ada kalimat lain yang kurang lebih berbunyi, “Jika petugas kami tak melayani dengan senyum, maka pesanan Anda gratis.” Wah, insting pelangganku langsung beraksi membaca kata

Cukup sering saya kembali dari sebuah perjalanan pada tengah malam, mengakibatkan kurang tidur pada malam tersebut. Beberapa kali saya tergoda untuk menambah tidur setelah shalat subuh jika waktu memungkinkan, hanya untuk mendapati bahwa tidak sedikit pun kesegaran saya dapatkan. Tidur setelah subuh, kata beberapa pakar kesehatan, memang merupakan kebiasaan yang harus dibuang jauh-jauh. Saya tak

Istirahat Itu Tak Hanya TidurRead More »

“Pesawat dari maskapai X akan mendarat dengan kondisi darurat,” ujar salah seorang di bandara. Wah, kejadian yang tak saya duga, mengingat hari itu saya akan memberikan sebuah tes psikologis pada dua orang asisten manajer yang bertugas di bandara itu. Karena keduanya adalah para pejabat bandara, tentu kondisi ini bukan merupakan sesuatu yang bisa membuat mereka

Ketika Pesawat telah Terbang, dan KembaliRead More »

Aku sedang di Ambon. Ini adalah untuk pertama kalinya dalam hidupku, menginjakkan kaki di bumi pahlawan Pattimura dulu memimpin perjuangan. Bumi indah yang sempat beberapa tahun mengalami konflik yang—katanya—bermotifkan agama. Ah, tapi aku sedang tak ingin membahas itu. Aku ingin bercerita tentang sebuah pembelajaran yang kudapat dari salah seorang yang menjemputku di bandara, sewaktu kami

Kehidupan Itu UtuhRead More »

Jamak di zaman ini, perusahaan yang tak peduli dengan keshalihan pribadi karyawannya. Urusan spiritual, memang bukan urusan bisnis. Ia ditengarai tak berhubungan. Sejauh seorang karyawan menjalankan tugasnya, dan mencapai hasil yang ditargetkan padanya, silakan saja seperti apa kehidupan spiritualnya. Menarik untuk mencermati fenomena ini, sebab di zaman ini pula dunia korporasi menghadapi beragam persoalan moral

Keshalihan Pribadi untuk Kebahagiaan OrganisasiRead More »

Berangkat kerja jam 05.30 pagi, sampai di kantor jam 07.30. Pulang kerja jam 17.30, sampai di rumah jam 19.30. Itu adalah jadwal dalam kondisi normal, orang-orang yang bekerja di Jakarta. Kelas menengah, yang tinggalnya di pinggiran kota. Belum termasuk jika ada tugas yang menghendaki pulang lebih akhir, hingga terkadang jam 20.00 baru berangkat dari kantor.

Mungkin Kita Tak Perlu Bekerja Sekeras ItuRead More »

“Menjadi pemimpin, adalah perjalanan untuk menjadi diri sendiri, mengekspresikan kesejatian yang telah Tuhan hadirkan.” Sebab tiap orang adalah pemimpin, dan akan mempertanggungjawabkan setiap hal yang diamanahkan kepadanya, maka menjadi pemimpin memang bukanlah menjadi orang lain. Pun, bukan pula menjadi seseorang yang heroik nan selebritik. Memang, ada para pemimpin yang akan berdiri di garda depan, memimpin

Menjadi Pemimpin = Menjadi Diri SendiriRead More »

“Mas, kok saya lihat Mas nggak mencantumkan tag line sih? Misal seperti ‘Motivator X, atau Inspirator Y?” tanya seorang sahabat. “Karena saya memang tidak layak memasang gelar apapun,” jawab saya. Dengan nada heran, sahabat saya pun bertanya kembali, “Loh, bukannya itu penting ya Mas untuk personal branding? Kita kan harus menentukan brand kita akan seperti

Ngobrol Soal ‘Personal Branding’Read More »

Agak terkejut aku malam ini, mendapati sebuah handuk di kamar mandi, telah mengalami sedikit perubahan bentuk. Handuk itu, yang beberapa waktu ini memang sedang kami pakai, kini tinggal separuh. Dipotong dengan rapih, lalu dijahit kembali. “Handuknya dipotong ya?” tanyaku pada istriku.