“Ia berkata, ‘Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapapun setelahku.’” (Shad: 35) Siang ini aku dipertemukan dengan bahasan dari Ustadz Nouman Ali Khan tentang surat Shad ayat 35. Ayat ini mengajarkan tentang doa yang diucapkan oleh Nabi Sulaiman as, “Ia berkata, ‘Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan […]

“Keahlian itu dibangun. Dari ketekunan ke ketekunan. Gagal adalah ruang pembelajaran. Masukan adalah asupan.” Keahlian ibarat bangunan. Sebuah gedung, misalnya, sungguh memerlukan sungguh teramat banyak bahan-bahan, yang diolah satu demi satu, tahap demi tahap, hingga tegak kokoh berdiri. Setiap orang menyumbang bagian, tak ada bangunan besar lahir sendirian. Pernah kudengar beberapa bangunan rubuh. Dan sebabnya

Bangunan KeahlianRead More »

“Sabar, adalah modal pembelajar dan pengajar. Tanpanya takkan lahir pembelajaran.” Sabar berarti menikmati proses. Kadang ini sungguh menantang, terutama jika hasil akhir begitu diidamkan. Namun perjalanan yang tak dinikmati di awalnya, pun akan sulit dinikmati pada akhirnya. Sebab kenikmatan dalam hidup bukanlah hal yang menyendiri. Ia adalah rangkaian tiap makna yang dirangkai tiap langkah kaki.

Sabar Modal PembelajarRead More »

“Hati kan bersatu, kala mengabdi pada Yang Satu.” Banyak usaha dilakukan oleh organisasi bisnis untuk membentuk budaya kerjasama tim yang solid. Berbagai insentif dikeluarkan bagi tim yang mampu menunjukkan perilaku kerjasama yang baik. Sebagian berhasil, sebagian tidak. Yang berhasil pun, kiranya begitu mudah jatuh karena hal-hal kecil nan sepele. Sementara itu, di sudut-sudut bumi, kadang

Bersatunya HatiRead More »

“Ilmu serupa pakaian. Ia yang paling nyaman dipakai adalah yang telah diukur pas dengan badan.” “TIdak semua orang,” kata Pak Andrias Harefa, gurunya para trainer dan penulis itu satu kali kami pernah berbincang, “bisa mengajarkan sesuatu dengan otentik. Karena ilmu yang otentik mestinya adalah ilmu yang ketika masuk ke dalam diri seseorang, telah melewati dirinya

Ilmu yang Telah Melewati DiriRead More »

“Bukan tugas guru untuk memahamkanmu. Pemahaman lahir dari usahamu sendiri.” Pemahaman adalah anak tangga setelah pengetahuan. Meski menurut Taksonomi Bloom hanya lebih tinggi satu langkah, jarak antara keduanya bisa teramat jauh. Pernahkah merasa baru memahami sebuah ilmu, bertahun-tahun sejak pertama kali mempelajarinya? Kerap kudapati diri ini merindu guru yang mampu menjelaskan berbagai pengetahuan dengan mudah

Pemahaman Itu TugasmuRead More »

“Kita, adalah apa-apa yang kita biasakan.” Dua minggu lalu, laptop ku tersiram kopi. Sedikit saja, dan ia mati seketika. Ya, ia mati tak tak hidup lagi. Ketika kuserahkan pada ahlinya, aku pun menerima penawaran penggantian kerusakan yang luar biasa besarnya. Hampir-hampir seharga laptop baru. Aku pun meringis, sembari mengelola gejolak jiwa ini, yang lazimnya dalam

Cukup Sedikit SajaRead More »

“Jasa gurumu takkan pernah terbalas. Maka jangan pernah sekali-kali merasa pernah membalasnya.” Karena ilmu ibarat bangunan, maka apa yang ada di bawahnya selalu menopang apa yang ada di atasnya. Dan selayaknya bangunan, yang kokoh menopang di bawah, yang dibangun jauh lebih dulu daripada pernak-pernik indah setelahnya, justru adalah yang paling tak terlihat. Dicermati lebih jauh,

Guru: Jasa nan Tak Pernah Bisa TerbalasRead More »

“Belajar menghendaki ketekunan melakukan pengulangan dan perbaikan.” “Setelah dua tahun,” tutur seorang kawan, “akhirnya aku baru bisa mengerti apa yang pernah kau ajarkan. Semuanya seperti tercerahkan, terangkai dengan rapi. Sebelumnya, berbagai teori ini seperti tersimpan secara acak.” Tampak tak asing? Tentu. Bukan sekali dua kali kudapati kisah seperti ini. Aku pun demikian. Mempelajari belasan buku

Membangun KeahlianRead More »

 “Berilmu tanpa beriman itu, serupa menggunakan mobil pinjaman namun menafikan yang meminjamkan.” Berkali-kali dalam kitabNya, kita diperintahkan untuk memperhatikan, berpikir, merenung. Tak sempurna keimanan seseorang yang tak menggunakan akalnya. Sebab akal, dan kegiatan berpikir, sejatinya adalah jalan untuk memahami ciptaanNya. Dan dari pemahaman itu kan lahir keimanan yang jauh lebih kokoh. Maka salah satu bukti

Berilmu lah dengan ImanRead More »