“Manusia pasti menjadi hamba dari sesuatu. Maka pilihlah sebaik-baik tuan, yang merupakan Tuan dari segala hamba.” Manusia diciptakan dengan kebutuhan untuk bersandar. Pada pikirannya, pada perasaannya, pada jabatannya, pada keluarganya, pada nama baiknya, dan pada banyak lagi jenisnya. Maka memilih tempat bersandar menjadi hal yang krusial, sebab ia menentukan keleluasaan kita dalam bergerak, bertindak.

“Carilah pahala akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia. Berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.” (Al Qashash: 77) Demikian Allah terangkan cara kita hidup. Bahwa hidup mesti

Pada Kerjamu, Ada Nasib AkhiratmuRead More »

Zakariya berdoa, “ Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah, kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepadaMu, ya Tuhanku.” (Maryam:4) Inilah Zakariya. Salah seorang hamba yang diangkat oleh Allah sebagai nabi. Derajat yang sebagaimana kita tahu, menunjukkan keimanan yang tanpa cela, yang sedemikian sempurna. Dan inilah doanya, yang diabadikan agar jadi

Belajar Berdoa dari ZakariyaRead More »

Beberapa waktu lalu, saya menyimak ceramah Ustadz Nouman Ali Khan, sebagai pengantar memasuki bulan Ramadhan. Dari situ, saya pun tergerak untuk membaca kembali rangkaian ayat-ayat tentang puasa yang terdapat di surat Al Baqarah. Ayat-ayat yang tentu sudah teramat sering kita dengar. Namun kali ini, saya baru memahami hal yang berbeda. “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan

Inilah yang Seharusnya Banyak Kita Lakukan Selama RamadhanRead More »

Inilah bulan, yang disediakanNya tuk diri yang beriman. Dalam iman, kau jalani beragam ibadah dengan keyakinan bahwa Dia melihat, Dia menilai, Dia membalas. Dalam iman, kau tekuni ibadah rahasia yang hanya antara dirimu dan Dia. Puasamu untukNya. Dia lah sendiri yang kan tentukan balasannya. Inilah bulan, yang dibelengguNya para setan penggoda, agar mudah bagimu mendapatkan

Bagaimana Ramadhanmu, Wahai Diri?Read More »

“Kala letih melanda, tanyakan pada diri, ‘Tuntuk siapa kau lakukan ini semua?’” Ya. Manusia adalah makhluk dengan alasan. Bahkan, manusia adalah makhluk pembuat alasan. Maka bergeraknya seseorang, sedih dan senangnya, semangat dan lesunya, marah dan tenangnya, bergantung pada alasan yang dipegang dalam benak dan sanubarinya. Jika seseorang menyapu tersebab pekerjaan, karena ia digaji saja, amat

Kala Letih MelandaRead More »

Pokok agama adalah akidah Tiang agama adalah syariah Keindahan agama adalah hakikat Agama serupa sebuah bangunan. Pada fondasinya adalah akidah. Fondasi yang kokoh menentukan kekuatan bangunan. Namun fondasi yang kokoh memang tak kasat mata. Setelah bangunan berdiri, ia tertutup di bawahnya. Kita akan tahu apakah ia dibuat dengan baik kala bangunan mengalami guncangan. Fondasi kokoh

Bangunan BeragamaRead More »

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan begitu (saja) mengatakan, “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. Al Ankabut: 2-3 Ujian, adalah tanda iman. Tak datang ujian, kecuali tuk menguji keimanan.

Membingkai Ulang Makna UjianRead More »

Apa yang kita tuai pastilah sudah sesuai dengan yang sudah kita tanam. Jikalau ia terasa kurang, pastilah ia tengah ditangguhkan. Jikalau ia terasa lebih, yakinlah ia harus dibayar di kemudian hari. KeadilanNya sempurna. KeadilanNya Maha. Akal ini lah yang terbatas memahami keadilanNya. Sebab keadilan memang tak berbanding lurus dengan rasa nyaman. Dalam keadilan, kadang nafsu

Menikmati KeadilanNyaRead More »

“Bagaimana cara menemukan seorang guru?” tanyaku pada seorang sahabat. Sebuah tanya di tengah kegundahan yang sulit dikendalikan. Naik turunnya iman, menukik tinggi, lalu menghujam dalam. Menjadikan tiap detik seolah perjuangan tanpa henti. Mendirikan satu demi satu batu bata bangunan iman, hanya untuk melihatnya runtuh kembali. “Benarkah kau memang sedang memerlukan seorang guru?” tanyanya kembali.