“Jalan yang tersedia, bagi yang benar-benar ingin melangkah.” Jalan adalah penghubung dua dunia. Tak diperlukan jalan jika tak ada kebutuhan untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Ada kalanya jalan sudah tersedia, sehingga membuat perpindahan mudah saja. Ada kali lain, jalan belum tampak, maka perlu dibuat. Kita mengenal jalan setapak, yang mungkin mulanya disebut […]
Category: Nasihat Diri
“Tak ada belajar yang gratis. Semua perlu biaya. Namun sebanyak apapun biaya dikeluarkan, nilai sebuah ilmu tetap jauh melebihinya.” Sesuatu yang kita dapatkan, pastilah perlu ditukar dengan sesuatu. Ini sudah hukum alam. Jika barang yang nilainya menyusut saja demikian, apatah lagi ilmu yang nilainya kan bertambah seiring waktu. Sebuah nasihat pernah hadir, “Jika dua orang
“Yang tak mau berlelah-lelah dalam belajar, kan bersusah payah dalam kebodohan.” Seorang kawan mengeluh, “Seandainya dulu aku bersungguh-sungguh belajar mengemudi, kini aku takkan bergantung pada orang lain untuk bisa ke sana kemari.” “Lalu apa yang membuatmu tak melakukannya dulu?” tanyaku. Ia tersenyum kecut, “Aku tak merasa perlu. Dulu semuanya tersedia bagiku.” Ya, semuanya mudah baginya
“Manusia pasti menjadi hamba dari sesuatu. Maka pilihlah sebaik-baik tuan, yang merupakan Tuan dari segala hamba.” Manusia diciptakan dengan kebutuhan untuk bersandar. Pada pikirannya, pada perasaannya, pada jabatannya, pada keluarganya, pada nama baiknya, dan pada banyak lagi jenisnya. Maka memilih tempat bersandar menjadi hal yang krusial, sebab ia menentukan keleluasaan kita dalam bergerak, bertindak.
“Carilah pahala akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia. Berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.” (Al Qashash: 77) Demikian Allah terangkan cara kita hidup. Bahwa hidup mesti
Zakariya berdoa, “ Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah, kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepadaMu, ya Tuhanku.” (Maryam:4) Inilah Zakariya. Salah seorang hamba yang diangkat oleh Allah sebagai nabi. Derajat yang sebagaimana kita tahu, menunjukkan keimanan yang tanpa cela, yang sedemikian sempurna. Dan inilah doanya, yang diabadikan agar jadi
Beberapa waktu lalu, saya menyimak ceramah Ustadz Nouman Ali Khan, sebagai pengantar memasuki bulan Ramadhan. Dari situ, saya pun tergerak untuk membaca kembali rangkaian ayat-ayat tentang puasa yang terdapat di surat Al Baqarah. Ayat-ayat yang tentu sudah teramat sering kita dengar. Namun kali ini, saya baru memahami hal yang berbeda. “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan
Inilah yang Seharusnya Banyak Kita Lakukan Selama RamadhanRead More »
Inilah bulan, yang disediakanNya tuk diri yang beriman. Dalam iman, kau jalani beragam ibadah dengan keyakinan bahwa Dia melihat, Dia menilai, Dia membalas. Dalam iman, kau tekuni ibadah rahasia yang hanya antara dirimu dan Dia. Puasamu untukNya. Dia lah sendiri yang kan tentukan balasannya. Inilah bulan, yang dibelengguNya para setan penggoda, agar mudah bagimu mendapatkan
“Kala letih melanda, tanyakan pada diri, ‘Tuntuk siapa kau lakukan ini semua?’” Ya. Manusia adalah makhluk dengan alasan. Bahkan, manusia adalah makhluk pembuat alasan. Maka bergeraknya seseorang, sedih dan senangnya, semangat dan lesunya, marah dan tenangnya, bergantung pada alasan yang dipegang dalam benak dan sanubarinya. Jika seseorang menyapu tersebab pekerjaan, karena ia digaji saja, amat
Pokok agama adalah akidah Tiang agama adalah syariah Keindahan agama adalah hakikat Agama serupa sebuah bangunan. Pada fondasinya adalah akidah. Fondasi yang kokoh menentukan kekuatan bangunan. Namun fondasi yang kokoh memang tak kasat mata. Setelah bangunan berdiri, ia tertutup di bawahnya. Kita akan tahu apakah ia dibuat dengan baik kala bangunan mengalami guncangan. Fondasi kokoh

Recent Comments