Jika dirunut-runut, keputusanku belajar filsafat tidak bisa dilepaskan dari pengalamanku belajar Neuro-Linguistic Programming (NLP). Singkat cerita, ilmu psikologi praktis yang ku tekuni sejak 2004 itu kerap dianggap tidak ilmiah, bahkan disebut sebagai pseudosains (sains semu). Anggapan ini terutama muncul karena setiap kali kita melakukan pencarian tentang NLP di peramban seperti Google, yang akan kita temukan […]

Sejarah NLP diawali dengan sebuah aktivitas bernama modeling. Modeling bermakna model-ing, melakukan proses memodel (meniru), atau bisa juga dipahami sebagai menyusun sebuah model. Jika kita meyakini bahwa manusia bertindak berdasarkan model dunia yang dimiliki (map), maka menyusun sebuah model berarti menyusun sebuah peta untuk menghasilkan tindakan. Maka kata model dan memodel merupakan kata kunci dalam

NLP dan Semangat ModelingRead More »

Setelah menulis tentang perjalanan ELC di artikel sebelumnya, aku baru tersadar bahwa sebenarnya program sertifikasi NLP Coaching justru berumur lebih tua dari itu. Ya, kelas coaching berbasis NLP sendiri kan sudah diadakan sejak 2010, tapi hanya berupa kelas pendek berdurasi dua hari. Perlu ku akui, saat itu pun kemampuan coaching ku masih amat terbatas. Meski

11 Tahun NLP Coaching di Indonesia NLP SocietyRead More »

Ku tulis di artikel sebelumnya, bahwa ELC sudah berumur sepuluh tahun. Ia dimulai sejak 2015 dengan nama NLP Essentials. Kala itu durasinya tiga hari, berjalan dua angkatan. Setelahnya, kami merasakan bahwa materi yang dirasa penting sungguh sulit dibawakan dalam tiga hari. Jadilah kami desain ulang sehingga jadi empat hari, dibagi menjadi dua modul.  Ah, aku

10 Tahun Essential Life Course (ELC)Read More »

Baru ku sadari hari ini, di kelas Essential Life Course (ELC) Jakarta, bahwa INLPS sudah bekerja sama dengan Amaris Kemang selama sepuluh tahun. Ini juga sekaligus menandai bahwa program ELC sudah berjalan 10 tahun juga.  Wah, lama juga ya. Alhamdulillah. Ah, mungkin ini adalah momen tepat untuk merefleksikan perjalanan ELC dan INLPS, bersama Amaris Kemang

10 Tahun INLPS di Amaris KemangRead More »

Bahasa adalah cara manusia menyampaikan pikiran dan perasaannya. Lebih jauh, bahasa adalah cara manusia mengekspresikan siapa dirinya. Apa yang ada dalam pikiran manusia tak terindera. Agar dapat dipahami bersama, manusia mewakilkannya pada bahasa. Yang disebut Teddi jelas tak hanya tubuhnya. Tapi keseluruhan dirinya, dan sejarahnya. Maka kata “Teddi” itu mewakili kesemua yang bisa ditangkap tentang

Bahasa Itu Tak Sekedar KataRead More »

Sebuah pertanyaan menarik muncul di grup Alumni Belajar NLP Online: “Bagaimana pendapat teman-teman tentang berutang?”  Mulanya, aku tak ingin menjawab, atau bahkan mengomentari. Sebab grup ini memang tidak punya kepentingan membahas itu. Banyak referensi lain yang lebih valid. Apalagi, kami di grup ini tak punya kompetensi soal ini. Namun tak lama berselang, aku terpikir sesuatu.

Membedah Utang dari Sudut Pandang NLPRead More »

“Alih-alih fokus pada apa yang salah dalam diri atau orang lain, fokuslah pada apa yang berjalan dengan baik.” Richard Bandler Dari khazanah ilmu bertajuk Neuro-Linguistic Programming (NLP) yang kupelajari 13 tahun terakhir, kalimat dari seorang rekan-pendiri di atas merupakan salah satu tema sentral yang penting untuk direnungkan. Bahwa seseorang yang mengalami fobia, misalnya, sejatinya memiliki

Arahkan EnergimuRead More »