“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat menghujam ke bumi, dan cabangnya menjulang ke langit.” Ibrahim: 24 “Bapak berharap kamu yang jadi ketua OSIS,” ujar Pak Heri, Pembina OSIS di masa SMP. Kalimat pendek itu membuka mata, dan melahirkan keyakinan. Kepercayaan yang beliau berikan lewat […]
Category: Reflections
“Yang perlu dikurangi ada 2: rasa malas dan kegiatan yang sia-sia. Niscaya, waktu melimpah adanya.” Sebuah masalah, ujar Einstein suatu kali, tidak bisa diselesaikan dengan level berpikir yang sama dengan level masalah itu muncul. Demikian kurang lebih yang pernah kami dengar. Mudahnya, jika ingin mendapatkan hasil yang berbeda, lakukanlah hal yang berbeda. Sebab cara yang
“Jangan pakai baju warna putih, gampang kotor,” nasihat orang tua sewaktu kecil kala kami meminta izin untuk mengikuti kegiatan lapangan. Persis seperti persepsi sebagian orang yang juga enggan memiliki cat, kendaraan, atau benda-benda lain yang berwarna putih, sebab dirasa lebih mudah kotor dibanding warna lain. Benarkah demikian? Tentu tidak. Soal kotor, semua warna sejatinya sama
“Jika bukan melalui guru, lalu dari mana kita kan mendapat kucuran ilmu?” Tak ada pilihan lain bagi pembelajar yang ingin mendulang banyak ilmu, selain mengembangkan terlebih dahulu kesabaran dalam menghadapi guru. Tidak hanya kesabaran dalam arti berusaha menerima dan mencerna ilmu yang diajarkan, melainkan juga kesabaran dalam menerima pribadi beliau apa adanya. Seorang guru hanyalah
“Tubuh yang tak diberi makan kan lemas dalam gerakan. Pikiran yang tak diisi ilmu kan lemah dalam pemahaman.” Makanan bagi tubuh adalah bahan bakar. Agar bisa tetap hidup dan bergerak sesuai kebutuhan, tubuh perlu diberi makanan yang sesuai. Cukup adalah salah satu kuncinya. Tepat adalah kunci lainnya. Cukup jumlah namun tak tepat kebutuhan, atau tepat
“Tanda perlunya tubuh akan makanan adalah lapar. Tanda perlunya pikiran akan ilmu adalah kebodohan.” Setiap hal ada ilmunya. Bahkan hal terkecil dan sederhana sekalipun. Cara memotong bahan makanan, bisa mempengaruhi keseluruhan rasa. Waktu yang tepat untuk memberi pupuk, berdampak pada berton-ton hasil panen. Dan atas hasil yang tak diharapkan itu, kita kerap bingung. Gejala bingung
“Lalu bangunlah batu bata ilmu satu demi satu. Pada waktunya nanti, kau kan takjub pada megahnya keahlianmu.” Sejak taman kanak-kanak (bahkan kelompok bermain) hingga kuliah kita belajar menggunakan kurikulum yang telah disediakan. Begitu kagumnya kita pada para guru TK, yang ternyata untuk memandu kegiatan bermain saja menggunakan desain kurikulum demikian cermat. Maka pendidikan yang baik,
“Jika tak hendak bersabar terhadap guru, maka bersabarlah dalam kebodohanmu.” Memang ada guru yang baik, berilmu dalam nan luas, dengan gaya mengajar yang menyenangkan banyak orang. Namun sebagaimana kita tahu, beliau tak pernah menguasai segala jenis ilmu. Sebab ilmu ibarat bangunan, takkan kita temukan satu toko bahan bangunan pun yang bisa menyediakan keseluruhan bahan yang
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam. Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Yang Menguasai Hari Pembalasan. Hanya kepadaMu kami menyembah, dan hanya kepadaMu kami memohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus. Jalan orang-orang yang Kau berikan nikmat, bukan jaan orang-orang yang kau murkai, dan bukan pula jalan
Ya Tuhanku, berikanlah ilmu kepadaku dan masukkan aku ke golongan orang-orang shalih, jadikan aku buah tutur yang baik bagi orang-orang setelahku, jadikan aku orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan. Asy Syu’ara: 83-85 Doa ini dihadapkan padaku sehabis subuh tadi. Ia demikian menyentuh, hingga lidah ini membacanya berulang-ulang dengan penuh keterpukauan, seolah-olah untuk pertama kalinya

Recent Comments