Sebenarnya, bukan hanya belajar online. Belajar offline jelas perlu adab. Tanpa adab, ilmu yang tersedia di depan mata takkan tampak. Ia yang terdengar di telinga takkan masuk. Pun jika sanggup diterima oleh pikiran, takkan bisa meresap ke dalam hati, dan mewujud menjadi amal. Padahal, amal itulah salah satu tanda benarnya belajar. Namun di era pembelaran […]

Tadinya, aku ingin menggunakan kata ‘lebih’ di judul, jadi “Kita Perlu Lebih Serius Memilih Pemimpin”. Tapi kuurungkan niat itu, sebab kata ‘lebih’ mengindikasikan adanya peningkatan, sedang yang dilebihkan itu sejatinya sudah. Ya, kita memang menurutku belum serius memilih pemimpin. Jadi kata ‘lebih’ sepertinya berlebihan. Mengapa demikian? Cek saja. Berapa banyak orang yang berpartisipasi dalam pemilihan

Kita Perlu Serius Memilih PemimpinRead More »

Aneh. Sungguh aneh. Sudah berkali-kali kukatakan. Itu di perusahaan besar seperti Astra, seseorang yang akan diangkat menjadi supervisor mesti membuktikan dirinya dalam rekam jejak kinerja dan kompetensi demikian solid, sebelum layak dipromosikan. Pun sudah dipromosi, mesti mengikuti program pengembangan berhari-hari, dengan pre and post assessment, improvement project yang dipantau. Makin naik levelnya, makin ketat seleksinya,

Berharaplah yang Realistis pada PolitisiRead More »

Beberapa hari ini aku mendampingi seorang fasilitator senior di sebuah kelas. Materi yang kami ajarkan adalah materi yang telah kuajarkan selama setidaknya 7 tahun terakhir. Hampir setiap detil aku hafal, dan sanggup mengaitkan dengan berbagai kondisi yang sering ditanyakan peserta. Menariknya, selama beberapa hari ini bersama beliau, aku melihat wajah materi ini amat berbeda. Ada

Jalan KeahlianRead More »

Beberapa tahun lalu, aku pernah memfasilitasi sebuah kelas pelatihan. Pengalaman yang tak terlupakan, karena kala itu aku harus menggunakan bahasa Inggris, dikarenakan sebagian peserta yang ekspatriat. Mudah diduga, kelas berjalan dengan tidak optimal, karena level kelucuan berkurang lebih dari 50%. Hehe.. Tapi bukan itu pengalaman yang paling berkesan. Pengalaman yang membuatku sungguh belajar amat banyak.

Pendidikan Berbasis Kerendahan HatiRead More »

Psikolog generasi 5? Emang generasi 1 sampai 4-nya apa?  Hehe.. nanti kita pikirkan. Tapi aku ingin mengawali tulisan ini dengan sekutipan pembelajaran yang ku dapat saat membaca karya Abraham Maslow yang bertajuk, Maslow on Management. Bahwa beliau sudah give up dengan psikoterapi. Dan menemukan bahwa bisa jadi, dunia kerja, dunia berkarya, adalah jalan yang menjanjikan

Psikolog 5.0Read More »

“Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Sampaikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata ‘innalillah wa inna ilaihi rajiun’. Mereka itulah orang yang akan memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” Al Baqarah: 155-157 Sabar

SabarRead More »

“Jika tak menulis, jangan-jangan kita tak berpikir.” Belajar diawali dengan menyimak. Ya, menyimak. Tak sekedar mendengar. Sebab mendengar hanya bisa selewatan. Sedang menyimak berarti memperhatikan tiap detil. Menandai apa nan penting-penting. Dengan menyimak kita kan tahu. Namun tahu masih berjarak dengan mampu. Di tengah keduanya ada paham. Takkan terjadi mampu tanpa paham. Pemahaman, ia tak

Menulis dan BerpikirRead More »

Kehidupan terus berjalan, dalam dimensi waktu yang tak pernah berhenti. Waktu melaju, sementara tugas tengah menunggu. Kehidupan penuh dengan pekerjaan. Insan diciptakan tuk menjadi bagian dalam pengelolaan. Bekal telah disiapkan. Namun sebagaimana para pengembara, tak semua sabar mempergunakan bekal hingga sampai pada tujuan. Ada bekal yang dihabiskan dalam permulaan. Ada bekal nan tak terpakai hingga

Belajar dan Irama KehidupanRead More »

Tabiat pikiran itu cair. Saking cairnya, maka bagaimana kita diajak berinteraksi setiap hari, begitu pulalah pikiran kita kan terbentuk. Bukankah demikian sering kita temui anak yang memiliki pola pikir mirip dengan orang tuanya? Atau anggota tim yang menggunakan pendekatan serupa dengan atasannya? Contoh kecairan lain, mari kita bayangkan kejadian berikut ini. Masuk kantor setelah masa

Membaca dan Kemerdekaan BerpikirRead More »