Sebagaimana ku bahas di artikel yang lalu, memodel adalah cara belajar paling purba, paling alamiah dari manusia. Ia bisa saja tak terasah, namun sebenarnya tak pernah hilang. Dan NLP, adalah metodologi yang berusaha untuk melatih kembali cara belajar itu.
Category: Reflections
Mempelajari NLP, aku diperkenalkan dengan istilah modeling. Memodel. Meneladani. Lebih jauh, ternyata ini adalah cara belajar paling purba bagi manusia. Sebelum manusia mengenal komunikasi kompleks lewat bahasa, ia hanya memiliki inderanya, yang mencerap apa saja yang ada di sekelilingnya. Dan kala melihat manusia lain melakukan sesuatu, ia pun menirunya. Maka kita hampir tak pernah melihat
Jika sakit didefinisikan sebagai ketiadaan sehat, ketiadaan keadaan yang sempurna, maka ia mengandaikan adanya ruang. Ruang jeda antara kondisi yang seharusnya (sehat) dengan kondisi saat ini (sakit). Sakit flu bermakna jeda antara kondisi hidung meler dan mampet dengan hidung bersih dan lega. Dengan demikian, sakit adalah tanda diri yang tak berada dalam keadaan paripurnanya, dalam
Minggu lalu, 15 Maret 2024, Prof. Djamaluddin Ancok berpulang. Sang Guru telah pergi. Ya, guru. Itu mungkin bisa merangkum semua hal tentang beliau. Aku memang hanya satu dari muridnya yang tak terlalu punya kemewahan untuk dekat. Aku hanyalah murid kebanyakan yang menimba ilmu di tengah keramaian. Namun terkejut ku bukan kepalang, ketika bertahun-tahun setelah lulus,
Bulan Ramadhan sepertinya didesain untuk memicu kemajuan. Kemajuan terjadi sebab dua hal. Pertama, apa yang telah dilakukan cukup baik untuk dijadikan pijakan. Jika tidak, kita perlu mengulang kembali hingga ia kokoh sebagai fondasi. Kedua, ada kebaruan yang dilakukan dalam ruang perbaikan. Kebaruan tak mungkin dilakukan tanpa ruang. Dan Ramadhan, sepertinya adalah ruang itu. Bagaimana ceritanya?
Tahun lalu, aku mengalami beberapa kehilangan. Bukan barang, melainkan sosok. Momen-momen itu membawaku pada perenungan panjang tentang kehilangan. Apa itu kehilangan? Mengapa kita bisa merasa kehilangan? Ada sebuah jawaban yang ku dapat. Ia terkait dengan waktu. Begini ceritanya. Salah satu cara pandang terhadap kehidupan adalah bahwa kita selalu hidup dalam ruang dan waktu. Ruang dan
Salah satu keunikan manusia adalah ia merupakan makhluk berbahasa. Bukan berarti hewan tak memiliki bahasa, melainkan manusia punya kemampuan tidak saja menggunakan bahasa, melainkan menciptakan bahasa. Tak perlu kita bicara bahasa yang dimiliki tiap daerah atau bangsa, bahkan di dalam sebuah masyarakat berbahasa yang sebenarnya satu pun, bisa lahir bahasa-bahasa baru. Bahasa gaul, bahasa anak
Ada yang menarik dari pengalamanku di dunia pelatihan dan konsultasi 11 tahun belakangan ini. Sebagian klien, jika tak mau dikatakan sebagian besar, kerap mengeluhkan dampak program pengembangan pada organisasi mereka. Pelatihan, misalnya, menjadi barang mewah yang dibeli hanya jika kondisi sedang berkeluangan. Seperti orang yang kelebihan uang lalu membeli mobil. Mobil bukan kebutuhan utama seperti
Setidaknya dua orang kawan bercerita. Jelang berangkat liburan akhir tahun kemarin, mereka ditanya oleh pasangannya, “Kita bawa laptop gak nih?” Sebuah pertanyaan yang mungkin tampak biasa saja di masa ini, tapi sesungguhnya aneh di masa lalu. Ya. Siapa juga yang merasa perlu membawa laptop saat liburan? Tapi itu dulu. Bahkan dulu kala. Kini sungguh berbeda.
“Fitrah manusia tak tega menyakiti sesamanya. Maka ia yang menyakiti, mungkin sedang tak melihat sesamanya sebagai manusia.” Hikmah ini ku dapat saat mengikuti kuliah Antropologi Kekerasan di STF Driyarkara. Dalam bahasan Lanskap Kekerasan, hadir bahasan bahwa ada tata imaji yang menjadi pemicu munculnya kekerasan. Imaji itu bisa berupa agama, suku, ras, dan lain sebagainya. Tapi


Recent Comments