“Ajari aku mencintaiMu dalam lelah. Ajari aku mencintaiMu dalam duka. Karena jiwa kadang rapuh, bosan, tak setia. Ajari aku mencintaiMu.” – Opick – Sepenggal lirik di atas kutemukan dalam album Ya Maulana, karya terbaru Opick. Entah mengapa syairnya menggelisahkan hati. Mungkin sebab ia lah yang sedang kualami saat ini. Kala jiwa ini rapuh, bosan, dan […]

“Ada tidaknya orang lain kala kita butuhkan, adalah gambaran dari ada tidaknya kita kala orang lain butuhkan.” Hidup ini timbal balik semata. Apa yang kita dapat, kerapkali adalah buah dari apa yang kita beri. Meski hitung-hitungannya tak pasti, namun menerima akibat memberi adalah keniscayaan. Oleh sebab itu tak layak diri mengharapkan balasan, atas apa-apa yang

Kala Membutuhkan BantuanRead More »

“Wahai Muhammad, cukuplah Kami menjadi pelindungmu dari gangguan orang-orang yang memperolok-olokmu, yaitu mereka yang menyembah tuhan selain Allah. Mereka kelak akan merasakan akibat buruk dari perbuatan mereka itu. Sungguh Kami mengetahui bahwa kamu merasa tertekan karena celaan-celaan mereka. Oleh karena itu, agungkanlah Tuhanmu dengan memujiNya, dan jadilah kamu golongan orang yang taat. Beribadahlah kepada Tuhanmu

Obat Hati yang Terasa SempitRead More »

Siang tadi, saya dan beberapa rekan fasilitator dari Dunamis silaturahim ke rumah Pak Nugroho Supangat. Pak Nug, begitu biasa kami memanggil beliau, adalah Chairman dan Knowledge Fellow dari Dunamis Organization Services. Perusahaan yang lama mengenal produk pelatihan dari FranklinCovey pasti mengenal beliau. Ya, sudah sejak beberapa bulan terakhir beliau memang sakit yang cukup membutuhkan waktu

Training in a Consultative MannerRead More »

Kamis, 26 September 2013 lalu, saya diundang oleh Bang Ippho Santosa untuk bergabung di Grand Seminar Indonesia Berdaya. Sungguh sebuah kehormatan, sebab yang hadir di sana sejatinya adalah para guru dengan jam terbang tinggi, baik di dunia bisnis maupun motivasi. Undangan dari Bang Ippho beberapa minggu sebelumnya hanya mengisyaratkan, “Silaturahim, biar banyak orang tahu kalau

#IndonesiaBerdayaRead More »

Merenungi sejenak fenomena sekolah berlabel ‘internasional’. Menggunakan kurikulum dari luar negeri, setiap hari berbahasa inggris. Pada saat yang sama, kala bertemu dengan beberapa siswa SMA sekolah serupa ini, mereka bertanya dimana itu kota Kudus? Saat aku memberikan sebuah kuesioner untuk diisi, seorang siswa bertanya, “Kak, apa artinya ‘merangkai’?” Aku tertegun. Tak kuragukan kefasihan mereka berbahasa

Curhat Soal AdabRead More »

Segala tempat bergantung, selama ia makhluk, pasti akan musnah. Maka bergantung pada makhluk, lalu merasa goyah, adalah sebuah keniscayaan. Bergantunglah pada Dzat yang takkan lemah, yang menjadi sandaran segala makhluk, suka atau tidak, sadar atau tidak. Selain itu disukaiNya, jiwamu pun kan tenteram karenanya. Kala sesuatu digantungkan pada tempat yang lebih tinggi, mudah memahami hakikat

Bergantung Pada yang TinggiRead More »

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal shalih, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Al Baqarah: 277) Merenungi ayat ini—berbekal tafsir Zhilal—kupahami cara mudah tuk mendapatkan ketentraman jiwa. Kesirnaan kekhawatiran dan kesedihan dalam menjalani beragam peristiwa hidup. Ia lah melalui

Kunci Ketentraman JiwaRead More »

Sebuah hikmah sampai pada kami beberapa waktu lalu, melalui akun seorang kawan di media sosial. Dalam hikmah tersebut, dikatakan bahwa perintah agama pada manusia untuk menjadi kaya kerapkali disampaikan secara implisit melalui perintah seperti zakat, sedekah, haji. Ketiga perintah tersebut, nyata-nyata memang menghendaki seseorang untuk memiliki harta yang cukup untuk dapat menunaikannya. Tak disebutkannya secara

Dambakanlah KemanfaatanRead More »