“Menjadi ahli dalam bidang apapun, diawali dengan ahli mengatasi rasa bosan akan pengulangan.” Bagi engkau yang berniat menjadi ahli, simaklah kisah para ahli. Segeralah kan ditemukan bahwa tak satu pun mereka menjadi ahli tanpa melalui pengulangan. Menariknya, pengulangan yang merupakan kunci keahlian ini, acapkali menjadi sumber kebosanan. Namun kebosanan bukanlah penghalang bagi mereka. Sebab jauh […]
Author: Teddi Prasetya
“Ada insan yang memukau matamu, tapi tak berbekas dalam hatimu. Ada insan yang tak menarik matamu, tapi tertinggal dalam hatimu.” Apa sebab mata tersedia dua buah, namun diberi penutup? Benar. Sebab kita acapkali perlu melihat dua kali tuk bisa meyakini sesuatu. Namun penghilatan pun seringkali tertipu, maka diberilalah ia penutup berupa kelopak mata. Maknanya, kita
Saya akan mulai menulis tentang coaching. Apa itu coaching? Mengapa coaching? Apa kaitannya dengan NLP? Bagaimana coaching berkembang? Apa bedanya dengan training, mentoring, counseling? Dan serangkaian jawaban atas pertanyaan-pertanyaan lain. Insya Allah, semua bahasan ini akan jadi buku. Ya, tujuan akhir saya adalah sebuah coaching handbook. All you need to know about coaching and how
“Beri masukan, bukan hujatan. Niatkan tuk perbaikan, lakukan dengan kesantunan.” Insan mungkin tak senang dikritik. Namun mereka senang kala dibantu tuk mencapai tujuannya. Maka seni mengingatkan adalah dengan niat tuk mencapai tujuan, bukan semata menguraikan kekurangan, apalagi sekedar mengumbar hujatan. Kala mencermati kekurangan, niatkanlah tuk menjadi bagian dari perbaikan. Tandai apa lelaku yang tak sesuai
Sebagai trainer dan konsultan, cukup sering saya ditanya tentang, “Apakah bisa dipastikan kalau saya berinvestasi pada program ini maka pasti terjadi perubahan yang signifikan?” Saya beruntung, sudah sejak mengawali karir di dunia konsultasi segera belajar untuk dengan mantap mengatakan, “Tentu tidak,” sambil tersenyum. Melihat saya tersenyum, maka calon klien biasanya memasang wajah heran. Beberapa yang
“Kesantunan adalah modal pembelajar teramat berharga. Tanpanya banyak ilmu terlewat sia-sia.” Kalau ada hal paling berharga yang dimiliki seseorang, ia lah kesantunan. Tak bisa dibeli, hanya bisa dipelajari dengan tekun melatih kerendahan hati. Sebab tabiat manusia menyenangi kesantunan. Bahkan orang berhati dingin sekalipun akan tersentuh oleh kesantunan, meski ia sendiri belum tergerak mengikutinya. Sebab kesantunan
“Rabbi, ajari aku menggenggam dunia tanpa mencintainya.” Dunia disediakan bagi insan sebagai amanah. Sesuatu yang mesti dijaga kemanfaatannya. Dan kaidah mendapatkan dunia adalah kala ia pada batasan cukup. Kekurangan kan menjadikan susah. Kelebihan pun demikian. Lalu bagaimana kah kiranya cukup itu? Ia lah kondisi yang menjadikan diri sanggup terus berada dalam jalan kebenaran, kebaikan. Jalan
“Hadirnya masalah adalah tanda bagi diri tuk menyimak kembali serpihan ilmu nan terlewatkan.” Dalam banyak kali, masalah hadir sebagai guru. Ia mengajak diri tuk memahami jurang antara apa nan diketahui, dengan apa yang dijalankan. Adalah tabiat pikiran tuk tak sanggup menangkap banyak ilmu sekaligus. Ia perlu tahap, yang berbekal kesabaran kan sampai jua lengkap. Tak
“Hati-hati kala mendengki. Sebab bisa jadi diri sedang menggugat Tuhan.” Iri yang tak terkendali, jadilah dengki. Tidak saja ia menginginkan apa yang diterima orang lain, ia pun menghendaki hilangnya nikmat dari mereka. Bahkan ia tertawa atas kehilangan tersebut. Sungguh ini lah salah satu penyakit hati berat, yang takkan mungkin dialami kala iman masih bersemayam di
“Teramat jarang jalan nan lurus selalu. Pastilah ia mengandung liku. Maka kala membelok, kembali luruslah dengan menggebu.” Dunia diciptakan dengan pasangan. Jika kita inginkan di atas, pastikan kita rela tuk pada waktunya berada di bawah. Sebab tak ada yang di atas, melainkan pasti ada yang di bawah. Begitu pun sulit kita mendaki, jika tak memulai

Recent Comments