Sebuah nasihat hadir beberapa hari lalu. Ia berbentuk pertanyaan renungan. “Dalam banyak kali, orang tua berharap kesuksesan pada anaknya. Mereka bertanya apa cita-cita sang anak kala besar kelak. Dan mereka risau kala cita-cita itu tak sejalan dengan anggapannya, atau sesuatu yang tak umum.” Aku merenung dalam-dalam. Adakah aku termasuk orang tua jenis ini. Lalu berlanjut, […]

Hanya karena kita memiliki bibit mangga, bukan berarti kita bisa segera menikmati buahnya yang manis. Bibit yang baik itu, perlu ditanam pada tanah yang subur, dirawat dengan cara yang tepat, dijaga dari gangguan hama, dan dibiarkan seiring waktu sebelum akhirnya buahnya dapat dipetik. Para penikmat mangga yang hanya hobi membeli di pasar tentu tak pernah

Bakat Hanyalah BibitRead More »

Menjadi trainer, atau fasilitator, bukanlah cita-cita saya sejak kecil. Ia saya temukan secara tak sengaja saat kuliah, yang kemudian saya merasa merupakan salah satu jalan yang diberikan Tuhan untuk menjadikan kehidupan saya berarti. Terus hingga kini, mengajar—apapun istilah yang digunakan—adalah sebuah pengabdian. Entah bagaimana saya merasa bahwa Tuhan karuniakan saya kemampuan yang semoga bermanfaat. Namun

Trainer adalah GuruRead More »

Adalah jamak kita dengar bahwa hidup adalah rangkaian pilihan. Kita hari ini adalah hasil dari beragam pilihan yang kita buat kemarin. Maka kita esok adalah hasil dari jutaan pilihan yang kita buat kini. Pun kala dirasa diri terpaksa, ia pun adalah sebuah pilihan: pilihan tuk menuruti pemaksaan. Yang terakhir ini sungguh sering kudengar, bahkan—semisal—dari para

Agar Tak Jadi KorbanRead More »

“Sungguh pendeknya lidah tak sebanding dengan dampaknya. Jika buruk, panjang keburukannya. Jika baik panjang kebaikannya.” “Mengapa lidah,” tanya seorang guru, “yang hanya sebuah, memiliki dua penutup? Sedang telinga, yang jumlahnya dua, malah tak berpenutup.” Sebuah tanya yang membuatku berkerut. Merenung. Lama sekali. Hingga nasihatnya pun berlanjut, “Ia lah berarti, bahwa kita harus mendengar, dua kali

Kendalikan LidahmuRead More »

“Dia yang sedang sombong, sejatinya sedang terluka. Maka jadilah obat, dengan berlembut hati padanya.” Kesombongan bukanlah fitrah. Ia adalah pertanda jiwa yang sedang kehilangan arah. Sebab diri sejatinya menyadari kerendahannya di hadapan Sang Pencipta, maka yang tak merasa rendah pastilah tertabir oleh semunya kekuatan. Dan memang banyak kali kutemukan bahwa dia yang sedang sombong, semacam

Obat Bagi KesombonganRead More »

“Sesiapa yang dikehendaki berada dalam kebaikan, kan dilindungi dari sia-sianya perkataan.” Setiap perkataan, sebagaimana perbuatan, takkan satu pun terluput dari perhitungan. Yang buruk kan dipertanggung jawabkan. Yang baik kan ditanya niatnya. Yang tak buruk dan tak baik, kan menjadi kesia-siaan. Dan jangan kira yang sia-sia kan dibiarkan saja. Ia pun kan ditanya, apa pasal waktu

Perlindungan dari Kesia-siaanRead More »

“Ikhlas akan menyembunyikan namamu di hadapan penduduk bumi, namun menyemarakkannya di hadapan penduduk langit.” Tiada keindahan seindah ikhlas. Ia adalah kemurnian, kecerdasan memahami bahwa apa yang tampak tak layak tuk terlalu dipusingkan. Apa yang tak tampak lah, yang nanti akan tampak, yang layak tuk dipikirkan. Diri yang ikhlas, adalah ia yang teguh mengekang keinginan tuk

Belajar IkhlasRead More »

“Bermimpilah, lalu wujudkan. Sebab bagian dari syukur adalah bermimpi dan mewujudkannya.” Bermimpi, adalah pendayagunaan anugrah bernama imajinasi. Sebab kita mampu berimajinasi, kita mampu bermimpi. Maka tak bermimpi, bisa jadi adalah penyia-nyiaan anugrah yang satu ini. Ah, jangan terlalu tinggi bermimpi, nanti sakit jika tak tercapai. Demikian banyak kali kita dengar keluhan. Wajar, sebab yang bernama

Mimpi, Lalu WujudkanRead More »