“Kematian adalah sahabat kehidupan. Ia memberikan arah dan harapan, akan perjumpaan kembali dengan Dia Yang Maha Hidup. Kepastiannya tak perlu kau risaukan. Maknanya bagi hidupmu lah yang perlu kau nikmati.” Sebuah nasihat pernah hadir, mengatakan bahwa mengingat mati adalah obat mengatasi kebiasaan berbuat buruk. Sebab diri yang sering mengingat mati, tentunya khawatir jika ia mati […]

“Salah satu ciri sebuah impian atau misi hidup yang efektif,” ujar Stephen R. Covey, “adalah kemampuannya memberikan arah dan tujuan. Ia adalah alat bantu untuk membuat keputusan-keputusan besar dan kecil.” Maka salah satu cara ampuh untuk mengetahui apakah impian kita memang benar-benar milik kita, adalah kemampuannya untuk menginspirasi kita membuat pilihan, setiap kali kita berada

Impian Itu Obat Anti GalauRead More »

“Aku lelah punya impian. Tak satupun yang terwujud. Jangankan terwujud, keinginan untuk memulai pun tak timbul,” ujar seorang kawan. Saya pun bertanya, “Milik siapa kah impianmu?” “Ya, milik ku lah,” jawabnya dengan agak terkejut. “Yakin? Bukan milik orang tuamu, kawan-kawanmu, atau masyarakat?” tanya saya. Berhenti sejenak, ia berkata, “Hmm.. Sebenarnya beberapa impianku itu memang tidak

Layaknya orang menaiki tangga, ia memerlukan pegangan yang lebih tinggi untuk ia pegang, hingga tubuhnya terus terangkat naik. Ketika sebuah tangga terlalu pendek, berhentilah kita memanjat, meski perjalanan bisa jadi masih amat jauh. Sungguh sering saya dapati para sahabat yang mengeluh akan beratnya hidup, sedang mereka bergelimang kemudahan. Sedikit usutan, dengan mudah terkuak bahwa mereka

Impian Itu Layaknya TanggaRead More »

Seorang sahabat bercerita tentang salah seorang muridnya yang sama sekali tak termotivasi untuk belajar. Setiap kali sahabat ini datang ke rumahnya, ia harus berjibaku demi mengajak sang murid untuk dapat mengikuti pelajaran dengan baik. “Sungguh hampir saya tak tahan menghadapi kondisi yang terus berulang ini, tapi tak kuasa untuk menyatakan dengan teguh keinginan berhenti pada

Masalah Anak, (Hampir) Selalu adalah Masalah Orang TuaRead More »

Menyambung obrolan dengan seorang sahabat yang saya tulis pada artikel sebelumnya, saya pun teringat pada beberapa hal yang saya lakukan untuk menjadikan setiap kegiatan pembelajaran menjadi mengasyikkan. “Kau boleh berhenti sekolah, tapi jangan pernah berhenti belajar.” Nasihat ini, sungguh menegaskan bahwa belajar harus kita jauhkan dari semata kegiatan dalam sekolah. Pandanglah belajar sebagai ruh kehidupan.

Merasakan Asyiknya PembelajaranRead More »

“Sadarilah, pekerjaan bukanlah beban. Ia adalah kehormatan yang diberikan Tuhan kepadamu.” Ada sebagian insan yang kala pengangguran, berjibaku mencari pekerjaan. Lalu setelah pekerjaan diraih, tak juga ia puas dan terus saja mengeluh, berharap keluhan itu kan mengantarkannya pada pekerjaan baru yang lebih baik. Menariknya, insan semacam ini, kala ditanya tentang pekerjaan apa yang akan memuaskan

Pekerjaan Bukan Beban, Ia KehormatanRead More »

“Saya agak khawatir, kalau saya melulu memberi hadiah pada anak setiap kali mereka berperilaku sesuai keinginan, nanti mereka jadi tidak punya inisiatif,” keluh seorang kawan. Sebuah keluhan yang membuat pikiran saya merenung dalam, sebab ia pun kegundahan saya pula. Benarkah tepat mengiming-imingi seorang anak dengan hadiah? Bagaimana nanti jika ia berperilaku tergantung pada

Sebuah obrolan bersama seorang sahabat terjadi, ketika ia bertanya, “Mas, bagaimana ya saya memotivasi anak-anak saya belajar. Mereka baru kelas 3 dan kelas 4 SD, tapi kok rasanya sudah tampak kejenuhan belajar. Padahal tugas dan tuntutan sekolah begitu tinggi.” Saya pun berkaca demi mendengar pertanyaannya. Sebuah refleksi yang seketika

“Sebab hidup adalah perjalanan, tinggalkan beban yang tak diperlukan.” Demikian sebuah nasihat hadir, mengajarkan bahwa hidup di dunia adalah serupa garis lurus. Bermula dari titik kelahiran, bermuara pada titik kematian. Sungguh sejenak waktu dunia ini, dibandingkan apa yang kan dihadapi sesudahnya. Layaknya sebuah perjalanan,