“Ada makanan yang enak dimakan selagi panas. Ada yang justru nikmat saat sudah dingin. Tuhan menjadikanmu memiliki beragam indera, karena setiap hal memiliki cita rasanya sendiri untuk dinikmati.” Banyak hal dalam kehidupan diciptakan berpasangan. Maka hidup, memang sesaat dan sesaat. Ada saat senang, hingga tak layak jika tak riang. Ada saat sedih, hingga tak pantas […]

Guru dan murid adalah dua insan yang dipertemukan untuk saling belajar. Ya, bukan hanya murid sejatinya yang belajar pada guru, melainkan guru pula yang belajar pada muridnya. Ah, murid belajar pada guru, tentu sudah tahu. Tapi bagaimana guru belajar pada muridnya?

“Air tak kan tertampung pada gelas yang penuh, begitupun hikmah tak kan meresap pada pikiran yang jenuh.” Tuangkanlah air pada gelas yang penuh, ia kan tertumpah sia-sia, dengan hanya sedikit saja yang tersisa masuk ke dalamnya. Gelas haluslah kosong, agar air baru masuk dengan leluasa menggantikan yang lama. Demikianlah perumpamaan hikmah dalam jutaan episode

“Ilmu layaknya air, hanya mengalir ke tempat yang lebih rendah.” Banyak insan berguru, tapi dalam hati tak sungguh-sungguh mengharap ilmu. Maka meski perjalanan telah ditempuh, dana telah dikeluarkan, tak sedikit pun ilmu membekas dalam sanubari. Sebab ilmu memang layaknya air. Ia mengalir, hanya ke tempat yang lebih rendah. Maka hati

Pagi ini, untuk kesekian kalinya, aku duduk di hadapan seorang perokok. Ya, di hadapan. Dan dia merokok, menghembuskan asapnya dengan begitu santai, tanpa peduli orang lain di sekitarnya. Aku tersenyum, memberi isyarat dengan tangan bahwa aku terganggu dengan asap itu. Dia melihatnya, kemudian menghindarkan asap rokoknya. Tanpa senyum, apalagi permintaan maaf. Tapi bagaimana pun, orang

Merokok: Mengikis Nurani?Read More »

“Yang cepat, tak selalu nikmat.” Makanlah hidangan lezat terburu-buru. Tentu tak lezat, sebab yang jadikan lezat memang hanya organ sepanjang beberapa senti bernama lidah. Sekali melewati lidah, selesai lah sudah. Apapun jenis makanan ia menjadi sama saja. Maka para penggemar makanan biasa berlambat-lambat dalam mengunyah, agar setiap detil rasa ternikmati sepenuh hati.

“Jangan pernah minta naik gaji, tapi naikkan lah harga.” Nasihat ini tercetus dalam benak saya saat membawakan sebuah pelatihan di salah satu sekolah. Di sekolah itu, yang begitu benderang fasilitasnya, plus berisi para guru bergaji tinggi (setidaknya, jauh lebih tinggi dibanding rata-rata gaji guru), kiranya perbincangan harian bukanlah soal murid, melainkan soal kompensasi dan benefit.

Jangan Minta Naik GajiRead More »

“Ketidaksempurnaanmu, adalah jalan Tuhan tuk menyempurnakanmu.” Dulu kita tak sanggup mengurus diri barang sejenak. Begitu banyak kesulitan kita lalui, hingga akhirnya mandiri lah diri ini. Dulu kita tak sanggup bicara barang sepatah. Begitu rumit terasa mengungkapkan perasaan dalam hati, hingga kita pun memahami bagaimana melincahkan lisan ini.

“Tuhan selalu punya cara untuk mengajari kita bersyukur. Salah satunya adalah dengan tidak serta merta mengabulkan apa yang kita inginkan.” Apa yang kita inginkan, belum tentu apa yang kita butuhkan. Sebab tabiat keinginan, memang berasal dari nafsu, yang kala belum terdidik di jalan Tuhan, begitu mudah terombang-ambing oleh godaan. Kebutuhan, adalah segala yang benar-benar diperuntukkan

Belajar BersyukurRead More »

“Guru sejati, diamnya pun mengajari.” Adalah guru, yang konon digugu dan ditiru. Dikatakan konon, sebab menjumpai guru yang semacam ini memang sedang agak langka. Setidaknya yang menjadi demikian dengan penuh kesadaran, bahwa guru bukanlah sekedar profesi, melainkan jalan hidup. Menjadi guru, adalah sebuah pilihan untuk menjadi sungai ilmu, yang mengalirkan hikmah menuju muaranya. Sungai yang

Merindu Guru SejatiRead More »