“Jika kamu menyatakan suatu kebajikan, menyembunyikannya atau memaafkan kesalahan orang lain, sesungguhnya Allah Maha Pemaaf, Maha Kuasa.” An Nisa’: 149 Hidup produktif, bagi insan beriman, bukan semata soal banyak dan kasat mata. Bukan hanya yang ada di dunia. Insan beriman, ingin memastikan bahwa apa yang ia hasilkan terhitung jadi kebaikan pada hari perhitungan kelak. Maka […]
Category: Reflections
Tertegun ku kala dihadapkan pada ayat 107-109 surat An Nisa’. Begini bunyinya: “Janganlah kamu berdebat untuk membela orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sesungguhnya, Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat dan bergelimang dosa. Mereka dapat bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak dapat bersembunyi dari Allah karena Allah beserta mereka pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia
“Siapapun yang berbuat kesalahan dan menganiaya dirinya sendiri, lalu ia memohon ampunan kepada Allah, pasti ia akan mendapatkan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” An Nisa’: 110 Berbuat kesalahan (dosa), dalam firmanNya yang satu ini, disetarakan dengan menganiaya dirinya sendiri. Sebab sesejatinya, insan telah bersaksi ketika ia diciptakan, bahwa Dia lah satu-satunya tempat bersandar. Sebuah kesaksian
“This ummah doesn’t stand for mediocrity.” Ustadz Nouman Ali Khan Ya. Telah difirmankanNya bahwa kita diciptakan dalam sebaik-baik bentuk, sesempurna-sempurnanya ciptaan. Bukan berarti tidak punya kekurangan, melainkan diri ini telah dianugerahkan potensi yang siap untuk digunakan memproduksi kebaikan-kebaikan. Maka sungguh tak mengherankan ketika kita tengok sejarah panjang, nama-nama emas nan gemilang berjajar dari dekade ke
“Kala ilmu bertemu situasi, ia bekerja memunculkan ilmu baru.” Dalam tulisan sebelumnya, “Pentingnya Bertemu”, kutulis pemahaman yang kudapat bahwa pikiran kita dibatasi oleh kemampuan untuk menangkap pemahaman. Dirunut ke belakang, ia disebabkan oleh kecenderungan alamiah pikiran kita untuk menyeleksi informasi yang diterima. Sebab tak semua informasi memang bermanfaat seketika, maka pikiran kita dikaruniai keterampilan untuk
“JIka dua orang saling bertemu dan bertukar uang 10 ribu, maka masing-masing akan pulang membawa uang 10 ribu. Namun jika dua orang saling bertemu dan bertukar 1 ide, maka masing-masing akan pulang membawa 2 ide.” Demikian ujar sebuah nasihat. Ya, ilmu adalah harta yang amat berharga, sebab ia bisa ditransfer, namun tak bisa hilang. Inilah
“Tak melakukan apa-apa, berarti tak menjadi siapa-siapa.” Ada sebagian kecenderungan insan untuk merasa senang ketika tidak melakukan apa-apa. Setidaknya, ia muncul ketika sedang berada dalam tumpukan kesibukan. Lahirlah angan-angannya, betapa nikmat jika bisa bersantai tanpa mesti mengerjakan apa-apa. Betapa asyik jika bisa di rumah seharian, menonton TV atau mendengkur seharian. Aku teringat sebuah kelas yang
Sungguh banyak yang mengira, bahwa pengetahuan lahir dari mendengar semata. Cukup memasang telinga, dan pengetahuan hadir dengan sendirinya. Jika yang demikian ini benar, maka betapa banyak ilmu kita. Sebab telinga ini tak pernah tertutup, maka setiap yang didengar kan masuk tak terbendung. Sayangnya, pengetahuan tak hadir dengan cara demikian. Buktinya, meski telinga demikian terbuka, dua
Satu hal yang kukagumi dari para ilmuwan adalah kegemaran mereka mencatat. Ya, bahkan untuk hal-hal yang orang awam menganggap remeh. Hal-hal yang luput dari penglihatan keseharian, dalam kacamata para ilmuwan, adalah data yang tak boleh dilewatkan. Sebab dari sana lah lahir dasar atas sebuah penafsiran, yang kemudian menjelma ilmu pengetahuan. Disebut research, sebab kegiatan yang
Mencatat: Membangun Pengalaman di Atas PengalamanRead More »
“Berpikirlah, dengan landasan iman.” “Sesungguhnya, dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang berakal, yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau berbaring dan mereka memikirkan penciptaan langit serta bumi sambil berkata, ‘Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari

Recent Comments