Ada waktunya tidur. Delapan jam kata sebagian ahli. Tiga hingga empat jam jika mengikuti kebiasaan Sang Nabi. Yang jelas, meski ada nikmatnya, kita tak bisa terus-menerus tidur. Alih-alih nikmat, lemas yang didapat. Ada waktunya makan. Dua per tiga dari ukuran perut, dibagi dua untuk makanan dan air. Yang jelas, meski kala lapar kita ingin makan […]

“Kulihat ketekunan, namun belum lagi nampak kebaikan.” “Saya melihat banyak penuntut ilmu pada zaman ini tekun dalam belajar,” tulis Syaikh Az Zarnuji dalam pembukaan kita beliau nan ternama, Ta’lim Muta’allim, “tapi tak berhasil menggapai manfaat dan buahnya—yaitu aplikasi ilmu dan pengembangannya. Sebab mereka salah jalan dan mengabaikan persyaratan.”

Dijadikan dalam diri kita passion, cetak biru yang kala dijalani kan hadirkan kesungguhan meski banyak rintangan, sebab kita adalah khalifah, wakil Tuhan di muka bumi. Sungguh tugas di bumi demikian banyak, takkan sanggup dijalankan oleh segelintir orang. Tuhan ciptakan banyak makhluk untuk menjadi abdiNya, memakmurkan buminya, menggunakan untuk sebaik-baik kepentingan makhlukNya. Maka memang dijadikanlah setiap

Passion itu AmanahRead More »

Beberapa tahun belakangan, kata passion menjadi tren yang gemanya cukup kencang. Satu sisi, ajakan untuk mengenali passion. Sisi lain, keinginan individu untuk menjalani hidup sesuai passion. Saya sendiri termasuk pendukung setiap orang yang ingin menemukan dan menjalani kehidupan sesuai dengan passionnya. Sebab passion, dalam definisi yang saya yakini, adalah sebuah cetak biru kehidupan yang Tuhan

PassionRead More »

“Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami, dan Kami wahyukan kepada mereka agar berbuat kebaikan, melaksanakan shalat, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kami mereka menyembah.” (Al Anbiya: 73) Sungguh jernih Dia ajarkan pada kita tugas-tugas kepemimpinan. Sungguh gamblang pula bagi kita tuk memilih pemimpin terbaik, kapanpun diperlukan. Tugas-tugas kepemimpinan

Tugas Para PemimpinRead More »

“Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk mereka yang bertakwa.” (Al Baqarah: 2) “Inilah satu-satunya kitab,” ujar seorang guru, “yang paling meyakinkan di dunia, paling percaya diri.” Ya, bagaimana tidak? Silakan cermati segala kitab yang pernah terbit, yang ditulis oleh manusia, niscaya kita takkan menemui kalimat seperti ayat ini. Tak satu pun penulis

Kembalilah Selalu Pada Al Qur’anRead More »

“Dan janganlah kamu melupakan keutamaan di antara kamu.” (Al Baqarah: 237) Konteks utuh ayat ini adalah nasihat bagi orang yang telah bercerai untuk tetap dapat mengingat kebaikan-kebaikan satu sama lain. Ya, perceraian adalah sesuatu yang menyakitkan. Sebab ia serupa melepaskan ikatan nan sangat erat, bahkan kerap seperti melepaskan kulit dari daging. Tidaklah dua insan menikah

Ingatlah KebaikanRead More »

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. Dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu.” (Al Baqarah: 216) Penglihatan manusia sungguh pendek, lagi kerap mudah tertipu. “Itulah sebab,” nasihat seorang guru, “meski mata kita 2, ia diberi penutup.” Karena ada kalanya kita perlu memejamkannya, dan merenung, akan hikmah dari

Di Antara Benci dan SukaRead More »

Alhamdulillah. Hari minggu kemarin, saya menemukan buku ini. Judul aslinya “Qawa’id Qur’aniyyah”. Judul terjemahannya “50 Prinsip Pokok Ajaran Al Qur’an’, karya Dr. Umar bin Abdullah al Muqbil. Sebuah buku yang menarik tangan saya untuk membawanya pulang, sebab tema bahasannya yang unik. Setidaknya dalam pandangan saya yang awam agama. Pada intinya, buku ini membahas pokok-pokok kaidah

Ucapkanlah yang BaikRead More »