“Sesiapa yang dikehendaki berada dalam kebaikan, kan dilindungi dari sia-sianya perkataan.” Setiap perkataan, sebagaimana perbuatan, takkan satu pun terluput dari perhitungan. Yang buruk kan dipertanggung jawabkan. Yang baik kan ditanya niatnya. Yang tak buruk dan tak baik, kan menjadi kesia-siaan. Dan jangan kira yang sia-sia kan dibiarkan saja. Ia pun kan ditanya, apa pasal waktu […]

“Ikhlas akan menyembunyikan namamu di hadapan penduduk bumi, namun menyemarakkannya di hadapan penduduk langit.” Tiada keindahan seindah ikhlas. Ia adalah kemurnian, kecerdasan memahami bahwa apa yang tampak tak layak tuk terlalu dipusingkan. Apa yang tak tampak lah, yang nanti akan tampak, yang layak tuk dipikirkan. Diri yang ikhlas, adalah ia yang teguh mengekang keinginan tuk

Belajar IkhlasRead More »

“Bermimpilah, lalu wujudkan. Sebab bagian dari syukur adalah bermimpi dan mewujudkannya.” Bermimpi, adalah pendayagunaan anugrah bernama imajinasi. Sebab kita mampu berimajinasi, kita mampu bermimpi. Maka tak bermimpi, bisa jadi adalah penyia-nyiaan anugrah yang satu ini. Ah, jangan terlalu tinggi bermimpi, nanti sakit jika tak tercapai. Demikian banyak kali kita dengar keluhan. Wajar, sebab yang bernama

Mimpi, Lalu WujudkanRead More »

“Kehidupan terus berlangsung, bukan sebab kita tak pernah jatuh. Namun sebab kita jatuh, dan bangkit berkali-kali.” Telah Dia pergilirkan keberhasilan dan kegagalan. Dan itu lah janjiNya. Apa pasal? Ya, sebab segala hal netral saja di hadapanNya. Sungguh keberhasilan diri ini, tak bermakna dibanding segala ciptaanNya. Dan sungguh kegagalan diri ini, tak berarti dibanding segala karuniaNya.

“Keinginanmu untuk pasrah sebelum menyempurnakan usaha bisa jadi merupakan kekufuran yang samar. Sementara keteguhanmu untuk berusaha tanpa mengindahkan kepasrahan bisa jadi merupakan kesombongan terselubung. Keindahan hidup terjadi ketika keduanya berjalan dengan harmonis.” Di atas adalah terjemahan bebas dari salah satu hikmah yang diuraikan Syaikh Ibnu Athaillah dalam kitab beliau, Al Hikam. Kitab yang tampak tipis

Kekufuran dan Kesombongan yang SamarRead More »

“Tanamlah doa di kala lapang, agar dikabulkan doa di kala sempit.” Doa ibarat bibit. Kita tak pernah tahu kapan dan seperti apa ia kan dikabulkan. Namun yakinlah bahwa ia pasti tumbuh, sebab janjiNya takkah pernah luput. Dan layaknya bibit, doa yang kita panjatkan mestilah sesuatu yang baik, hingga layak lah kita berharap hasil yang baik

Menanam DoaRead More »

“Ia nan telah tinggi, tak peduli seberapa tinggi ia berdiri.” Apa yang seseorang perlukan, adalah apa yang tak ia miliki. Maka dia yang gemar dihormati, adalah yang masih kekurangan kehormatan. Sedang diri yang terhormat, tak pernah peduli, akankah ia diberi. Maka kenalilah, wahai diri, apa-apa yang kau perlukan. Semakin tinggi tumbuh jiwamu, sejatinya semakin tak

Mereka yang Telah Tinggi, Tak Perlu MeninggiRead More »

“Tidakkah kau lelah, wahai diri, bergelimang dalam dosa, yang nikmatnya selalu hanya sesaat?” Ya, dosa itu melelahkan. Sebab ia bukanlah fitrah dasar manusia, maka berbuatnya selalu menghadirkan kegelisahan. Nikmat? Mungkin. Namun tak pernah lama, melainkan hanya selalu sesaat saja. Kenikmatan dalam dosa, acapkali hanyalah bisikan yang menipu. Jauh dalam lubuk hati setiap insan, tersimpan kerinduan

Dosa Itu MelelahkanRead More »

“Tanda iman adalah kesejukan. Tapi jangan jadikan kesejukan itu tujuan.” Iman adalah keyakinan. Iman adalah pembenaran. Pembenaran tentang keberadaan sebuah hakikat yang tak tampak oleh mata, tak terdengar oleh telinga, melainkan hanya tanda-tandanya saja. Tanda-tanda ini nyata, namun para beriman tak pernah berhenti—apalagi terjebak—dengannya. Sebab segala tanda fana adanya. Sebab yakin dan membenarkan, maka para

Kesejukan ImanRead More »

“Udah berkali-kali lho, kusampaikan ini pada mereka, tapi mereka nggak juga bergerak dengan kesadaran sendiri,” kisah seorang kawan. Bukan sekali dua kali kalimat serupa ku dengar, hingga pikiranku pun kembali melayang ke sebuah nasihat, “Makna dari komunikasi terletak pada respon yang didapatkan.” Ah, betapa nasihat ini begitu menghenyak kala pertama kali ku dengar dulu. Begitu

Antara Tahu dan PahamRead More »