Beberapa tahun lalu, aku pernah memfasilitasi sebuah kelas pelatihan. Pengalaman yang tak terlupakan, karena kala itu aku harus menggunakan bahasa Inggris, dikarenakan sebagian peserta yang ekspatriat. Mudah diduga, kelas berjalan dengan tidak optimal, karena level kelucuan berkurang lebih dari 50%. Hehe.. Tapi bukan itu pengalaman yang paling berkesan. Pengalaman yang membuatku sungguh belajar amat banyak. […]

Ilmu memang milikNya. Namun kita sulit mendapatkan langsung dariNya. Dia minta kita mencari, dengan kesungguhan hati, sebab memang ia tersebar pula di sepanjang jalan, tak hanya di tujuan. Maka cara paling dasar belajar ilmu adalah melalui guru. Seorang yang telah paham dan mampu terlebih dahulu. Kita berutang pada guru. Sekali, dan selamanya. Karena takkan mungkin

Guru: Tabir IlmuRead More »

Ilmu adalah wujud cintaNya. Dia jadikan insan pengelola muka bumi, padahal lemah belaka sejak lahirnya. Manusia beranjak mulia tersebab ilmu yang dimilikinya. Tengoklah sejarah Adam, manusia pertama, kala dipertanyakan penciptaanya, Allah tunjukkan kekuatan berupa kemampuan menyebutkan nama-nama. Lalu seketika tunduk sujudlah malaikat yang telah jauh mengabdi lebih lama. Ketika kita perhatian akan keselamatan seseorang, kita

Dijalankan dengan CintaRead More »

Tiada manusia sempurna. Bahkan ketaksempurnaan itulah sebenarnya kesempurnaan. Sebab sempurnanya manusia ialah kemampuannya tuk memperbaiki diri, yang darinya ia menapak naik dari anak tangga terendah ke puncak nan paling tinggi. Maka berguru pada manusia, berarti menyadari bahwa ia tetaplah tak lepas dari cela. Ada kurang dalam langkahnya. Ada tabu dalam katanya. Sebagaimana ada pula elok

Gurumu Tak SempurnaRead More »

“Jika bukan melalui guru, lalu dari mana kita kan mendapat kucuran ilmu?” Tak ada pilihan lain bagi pembelajar yang ingin mendulang banyak ilmu, selain mengembangkan terlebih dahulu kesabaran dalam menghadapi guru. Tidak hanya kesabaran dalam arti berusaha menerima dan mencerna ilmu yang diajarkan, melainkan juga kesabaran dalam menerima pribadi beliau apa adanya. Seorang guru hanyalah

Jika Bukan Karena GuruRead More »

“Ilmu datang sebab kerendahan hati. Keangkuhan adalah dinding tebal penghalang cahaya.” Teringat kembali sebuah nasihat bijak, bahwa ilmu laksana air, hanya mengalir ke tempat yang lebih rendah. Untuk menerima kucuran teh, cangkir mesti diletakkan di bawah teko. Sesedikit apapun teh tersisa di teko, kala cangkir bersabar berada di bawahnya, kan mengalir jua mesti setitik. Dan

Kekayaan di Jalan IlmuRead More »

“Guru yang baik, tak pernah pensiun sebagai murid yang baik.” Guru yang baik, adalah ia yang mampu mengajak murid dari pelajar menjadi pembelajar. Pembelajar, adalah mereka yang terus bergairah dengan ilmu, meski telah bertahun-tahun usai dari rutinitas sekolah, atau bahkan tak pernah sekolah sama sekali. Pembelajar, adalah mereka yang memahami bahwa ilmu sejati ada dalam

Guru yang BaikRead More »

Menjadi trainer, atau fasilitator, bukanlah cita-cita saya sejak kecil. Ia saya temukan secara tak sengaja saat kuliah, yang kemudian saya merasa merupakan salah satu jalan yang diberikan Tuhan untuk menjadikan kehidupan saya berarti. Terus hingga kini, mengajar—apapun istilah yang digunakan—adalah sebuah pengabdian. Entah bagaimana saya merasa bahwa Tuhan karuniakan saya kemampuan yang semoga bermanfaat. Namun

Trainer adalah GuruRead More »

“Guru sejati, diamnya pun mengajari.” Adalah guru, yang konon digugu dan ditiru. Dikatakan konon, sebab menjumpai guru yang semacam ini memang sedang agak langka. Setidaknya yang menjadi demikian dengan penuh kesadaran, bahwa guru bukanlah sekedar profesi, melainkan jalan hidup. Menjadi guru, adalah sebuah pilihan untuk menjadi sungai ilmu, yang mengalirkan hikmah menuju muaranya. Sungai yang

Merindu Guru SejatiRead More »

Kala kanak-kanak, bolehlah kita hanya ingin bermain, tak pusing dengan hal yang dinamakan pekerjaan. Halal bagi kita berbuat salah, sebab setiap kesalahan adalah lahan pembelajaran. Sah saja ketika ada silap laku dan kata, karena semua maklum bahwa diri ini masih lugu, tak layak ditiru. Tapi lain cerita ketika kita beranjak dewasa. Kewajiban adalah kewajiban, tak

Kita adalah Guru, Sebelum yang LainRead More »