Entah apa yang istimewa dari tahun baru. Selain kalender yang berubah, banyak hal praktis sama. Kalau pun baru, ya setiap hari pun baru. Yang kita alami kini tak sama dengan kemarin. Yang kan kita alami besok pun tak sama dengan hari ini. Jadi artinya, setiap hari adalah tahun baru, karena momen perpindahan tahun itu sebenarnya […]

“Fitrah manusia tak tega menyakiti sesamanya. Maka ia yang menyakiti, mungkin sedang tak melihat sesamanya sebagai manusia.” Hikmah ini ku dapat saat mengikuti kuliah Antropologi Kekerasan di STF Driyarkara. Dalam bahasan Lanskap Kekerasan, hadir bahasan bahwa ada tata imaji yang menjadi pemicu munculnya kekerasan. Imaji itu bisa berupa agama, suku, ras, dan lain sebagainya. Tapi

Sumber KekerasanRead More »

Bahasa adalah cara manusia menyampaikan pikiran dan perasaannya. Lebih jauh, bahasa adalah cara manusia mengekspresikan siapa dirinya. Apa yang ada dalam pikiran manusia tak terindera. Agar dapat dipahami bersama, manusia mewakilkannya pada bahasa. Yang disebut Teddi jelas tak hanya tubuhnya. Tapi keseluruhan dirinya, dan sejarahnya. Maka kata “Teddi” itu mewakili kesemua yang bisa ditangkap tentang

Bahasa Itu Tak Sekedar KataRead More »

“Tirani itu bernama hasil. Ia tak memenjara tubuh kita, tapi memerangkap pikiran kita.” Salah satu kegamangan manusia era digital adalah kala sesuatu yang dilakukan tak segera membuahkan hasil. Sekali posting, berharap viral. Sekali menawarkan, berharap laris manis. Sekali perintah, berharap langsung diikuti. Sekali lari pagi, berharap langsung langsing.  “Buat apa kita melakukan sesuatu yang tak

Tirani Itu Bernama HasilRead More »

Makalah “Indonesia NLP Conference 2022” NLP sebagai Metode Berpikir Ilmiah Oleh: Teddi Prasetya Yuliawan “Saya tertarik meneliti tentang NLP, apakah mungkin?” “NLP itu, apakah bisa dijadikan tema tesis saya?” Demikian kira-kira beberapa pertanyaan yang cukup sering saya dengar sejak lama. Nyatanya, sobat-sobat di Indonesia NLP Society bukan saja sudah pernah melakukan riset berbasis NLP, tapi

NLP sebagai Metode Berpikir IlmiahRead More »

Ini malam lebaran. Dan aku ingin menulis. Aku ingin menulis, karena aku belum bisa tidur, padahal baru saja mengemudi dalam kisaran 10 jam. Ada yang menggelayut dalam pikiranku akhir-akhir ini. Kan ku tuliskan di sini biar ia jadi saksi bagi diriku dan siapapun yang berkenan menyimaknya.  Sebuah peribahasa yang konon berasal dari Afrika pernah berujar,

Mengapa Silaturahim Penting untuk Dijaga?Read More »

Tahun ini, aku mengambil sebuah keputusan. Aku mendaftar di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara. Program matrikulasi selama 1 tahun, yang jika berjalan lancar akan memungkinkan untuk mendaftar ke program S2.  Kok filsafat? Mengapa bukan melanjutkan studi di bidang psikologi? Atau manajemen yang lebih dekat dengan pekerjaan? Ada kisah agak panjang di balik keputusan ini. Akan ku

Perkenalanku dengan FilsafatRead More »

Dekade ini adalah masa ketika istilah passion diperkenalkan dengan amat gencar. Manusia disadarkan akan potensi dirinya, lalu diajak untuk mengenali potensi itu, dan mengembangkannya. Dalam usaha yang kadang berlebihan, ide ini memicu sebagian orang untuk kemudian berani berpindah pekerjaan hanya karena alasan ‘bukan passion saya’—sementara pada saat yang sama masih kesulitan untuk menjawab pertanyaan, “Lalu

Paradoks Passion dan SustainabilityRead More »

Carilah pahala akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia. Berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.  Al Qasas: 77 Inilah umat yang disebut sebagai pertengahan. Yang tak ekstrim

Akhirat dan DuniaRead More »

“Di balik ‘ramah pengguna’, ada ‘ramah nafsu’.” Istilah ‘ramah pengguna’ alias user friendly telah menjadi mantra bagi bisnis belakangan ini. Ia mungkin mempengaruhi lahirnya istilah lain seperti ‘ramah anak’ yang kerap disematkan pada sekolah menjadi ‘sekolah ramah anak’—istilah yang sebenarnya agak mengherankan. Ah, kita bahas lain waktu lah soal sekolah ini. Mari kembali saja ke

Di Balik ‘Ramah Pengguna’Read More »