“Alihkan fokus sejenak, tuk dapatkan sesegar-segarnya pemahaman.” Ada kalanya, diri ini terlalu intens mengerjakan sesuatu, sehingga beban terasa terlalu menekan. Layaknya mesin mobil yang overheat, pikiran dan perasaan tak sanggup lagi memproses ide secara optimal, yang ketika dipaksakan, mogoklah yang terjadi. Dalam kondisi serupa itu, berhentilah. Alihkan fokus sejenak pada hal yang berbeda untuk menyegarkan […]

“Alih-alih fokus pada apa yang salah dalam diri atau orang lain, fokuslah pada apa yang berjalan dengan baik.” Richard Bandler Dari khazanah ilmu bertajuk Neuro-Linguistic Programming (NLP) yang kupelajari 13 tahun terakhir, kalimat dari seorang rekan-pendiri di atas merupakan salah satu tema sentral yang penting untuk direnungkan. Bahwa seseorang yang mengalami fobia, misalnya, sejatinya memiliki

Arahkan EnergimuRead More »

“Ada tabiat pada tiap waktu.” Tak semua waktu itu sama. Ada tabiat pada tiap waktu. Waktu untuk bekerja adalah kala kita menyelesaikan tidur di pagi hari, hingga siang hari. Waktu untuk tidur adalah pada malam hari. Waktu untuk bersantai adalah habis maghrib hingga isya. Salah menempatkan aktivitas pada waktunya, dalam jangka panjang, kan hadirkan akibat

Optimalkan Waktu Paling ProduktifRead More »

“Sebenarnya, tersedia banyak pelajaran. Sayangnya, tak semua orang gemar mengambil pembelajaran.” Ya, pembelajaran itu diambil. Ia tak datang sendiri. Sebab pengetahuan, pemahaman, hingga keterampilan, adalah sesuatu yang lahir dari proses pengolahan. Seenak dan sebergizi apapun hidangan, hanya kan menjadi nutrisi kala ada usaha untuk memakan, mengunyah, dan menelannya. Ia tak berharga sampai kita memakannya. Begitupun

Mengambil PembelajaranRead More »

“Sejenak dalam keheningan, jauh lebih baik daripada berjam-jam dalam keramaian.” Sebagian orang ada yang gemar mengulur waktu kala harus menyelesaikan sesuatu. Ditunda-tundanya kerja penting itu hingga batas akhir, barulah ia kerahkan segala daya tuk menuntaskannya. “Ideku tak muncul jika belum terdesak,” demikian pembelaan yang kerap terucapkan. Benarkah demikian? Rupa-rupanya tidak. Dalam keadaan terdesak, diri ini

Inovasi Tak Lahir dari Penunda-nundaanRead More »

“Iman meyakinkan diri bahwa ada kemungkinan di depan sana, meski belum tampak di depan mata.” Perasaan terbebani itu muncul kala kapasitas tak sebanding dengan apa yang harus ditampung. Jika tak pernah angkat barbel, maka beban 1 kg saja sudah membuat tangan pegal. Namun latihan rutin seminggu saja, 1 kg itu tetiba terasa ringan. Bukan sebab

Tak Semua Hal Bisa Dikendalikan, Tapi…Read More »

“Ikhlas, agar solusi hadir tak disangka-sangka.” Ikhlas itu murni. Layaknya susu, ia tak tercampur oleh bahan-bahan lain. Maka mengerjakan sesuatu dengan ikhlas berarti menjalankan dengan semurni-murninya niat. Sedang niat itu sendiri adalah fokus, ia mengalirkan energi. Lalu energi itu menjadi gerak, dan gerak menjadi hasil. Insan yang produktif tentu berharap hasil yang paripurna. Yang tidak

Berlatih IkhlasRead More »

“Kunci keberhasilan adalah kebiasaan.” Aku teringat suatu kali pernah mendapatkan sebuah pembelajaran dari seorang salesman yang sukses. Rupa-rupanya, jika ditandai, perbedaan penjual sukses dan tidak adalah pada salah satu kebiasaannya. Ya, menjual pasti mengalami penolakan. Siapa yang tidak? Jangankan menjual barang dan jasa, menawarkan ide saja kita pun rentan pada penolakan. Nah, pada tiap penolakan,

Gunakan Ilmu “Next”Read More »

“Pengalaman berkesan selalu lahir dari penyelesaian atas permasalahan yang menantang.” Salah satu hal yang rutin kulakukan setiap tahun adalah memperbarui daftar riwayat hidup. Meski aku bukan orang yang gemar menulis daftar pengalaman dengan teramat mendetil layaknya otobiografi, paling tidak aku menulis ulang apa-apa saja hal yang sudah pernah kulakukan dan layak tuk diperhitungkan sebagai kemampuan.

Perbarui Daftar Riwayat HidupRead More »

“Kurang dan lebihnya sesuatu kan menurunkan produktivitasmu.” Segala yang berfungsi optimal adalah ia yang memiliki sumber daya nan cukup. Kekurangan sumber daya, sedikit saja, dampaknya amat signifikan. Ban yang kekurangan udara. Perut yang kekurangan makanan. Tubuh yang kekurangan gizi. Pikiran yang kekurangan ilmu. Hubungan yang kekurangan cinta. Ini sebabnya sebagian orang cenderung melebihkan sumber daya,

CukupRead More »