“Lakukanlah apa nan bisa dikerjakan saja, agar waktu dan tenaga tak terbuang percuma.” Salah satu bahasan favorit saya dalam buku The 7 Habits of Highly Effective People karya Stephen R. Covey adalah dua lingkaran yang beliau tuturkan di Kebiasaan 1: Jadilah Proaktif. Menjadi proaktif, menurut Eyang Covey, berarti memetakan tiap hal yang kita pikirkan ke […]
Category: Nasihat Diri
Beruntunglah insan yang tekun memperbaiki diri dari hari ke hari. Ya, sebab telah menjadi hukum alam bahwa tubuh ini meluruh, menua, tak bisa ditolak sedikit jua. Padahal tugas hidup tak pernah berhenti, pada tiap detik ada tanggung jawab yang mesti ditunaikan. Lalu bagaimana kah diri bisa terus menunaikan kewajiban ini, sementara penuaan terus terjadi? Jawabnya
“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat menghujam ke bumi, dan cabangnya menjulang ke langit.” Ibrahim: 24 “Bapak berharap kamu yang jadi ketua OSIS,” ujar Pak Heri, Pembina OSIS di masa SMP. Kalimat pendek itu membuka mata, dan melahirkan keyakinan. Kepercayaan yang beliau berikan lewat
“Sungguh pada diri Rasulullah itu ada suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharapkan rahmat Allah dan yakin akan kedatangan hari Kiamat serta banyak mengingat Allah.” Al Ahzab: 21 Kenyataan bahwa diturunkannya agama ini melalui para utusan yang agung adalah pelajaran, sebab manusia diciptakan sebagai makhluk dengan kebutuhan belajar agar dapat terus bertahan
“Tak ada sesuatu yang kan terjadi, kecuali setelah kaki dilangkahkan.” Hiduplah dengan rencana, jangan hidup apa adanya. Namun kala rencana telah cukup baik, langkahkanlah kaki segera. Lepaskan tangan dari meja dan pena, wujudkan apa yang diharapkan segera. Takkan langsung lahir hasil yang sempurna, maka tak ada cara lain selain langsung mulai mengerjakannya. Penemuan-penemuan besar yang
“Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Aku perkenankan doamu.” Ghafir: 60 Demikian janjiNya. Tiap doa kan dikabulkan. Cara mengabulkannya lah yang berbeda-beda. Ada yang dijawab segera, ada yang ditunda. Ada yang diberi tepat yang diminta, ada yang digantikan yang lebih baik. Namun janjiNya selalu kan ditepati. Insan lah yang kerap tak sabar, atau tak jeli melihat pengabulan
Membacalah serupa ngemil. Sedikit demi sedikit, gemuklah pikiran dibuatnya. Pernah kuhitung-hitung, jikalau kuluangkan waktu 15 menit saja, rupanya ku bisa menghabiskan sekitar 5 lembar tuk kubaca. Artinya, 10 halaman sudah kulahap. Dalam sebulan, jadilah ia 300 halaman, yang berarti jumlah halaman rerata buku bergizi. Dalam sebulan, kuhabiskan 1 buku, hanya bermodalkan 15 menit setiap hari.
“Allah-lah yang menidurkanmu pada malam hari.” Al An’am: 60 Tiga hari ku menjalankan tugas. Bangun lebih pagi dari biasa. Tidur lebih malam juga. Tumpukan lelah di minggu-minggu sebelumnya pun terasa. Hari ini tubuhku meminta haknya. Ia lelah luar biasa. Tak sanggup mata ditahan, sebab kepala pusing luar biasa. Alhamdulillah, menambah tidur beberapa jam mulai terasa
“Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.” Al Hajj: 46 Sungguh mengejutkan, ketika Sir Alex Ferguson, pelatih legendaris Manchester United menulis dalam karya terbarunya tentang kepemimpinan, Leading. Bahasan pertama yang beliau tulis, yakni keterampilan pertama yang krusial bagi seorang pemimpin adalah keterampilan mendengar. Sebuah kisah menarik
Adalah para nabi, yang nama-namanya menyejarah, diabadikan hingga ribuan tahun lamanya, berkali-kali menyatakan, “Hai kaumku! Aku tidak meminta harta kepadamu sebagai imbalan atas seruanku.” Tak satu pun nabi menjadikan kerjanya sebagai mata pencaharian. Namun justru kerja itulah yang menjadikannya manusia mulia. Sebab ia adalah penyampai, yang hanya bergantung pada yang memerintahkan penyampaian. Siapakah sudi meminta

Recent Comments