“Kunci dari keunggulan bukanlah adanya resep rahasia nan tersembunyi, melainkan ketekunan mengerjakan nan berarti tanpa henti.” Ada sebuah nasihat tentang produktivitas yang menjadi salah satu favoritku, “There is no such a thing as time management, it is only self management.” Tak ada yang namanya manajemen waktu, yang ada hanyalah manajemen diri. Sebab waktu, dari dulu […]
Author: Teddi Prasetya
“Pernikahan adalah tentang mengambil peran.” Pernikahan, bukanlah soal menyatukan perbedaan. Sebab yang berbeda, kan tetap berbeda. Pernikahan, bukan juga soal menghilangkan perbedaan. Karena yang berbeda, tak mungkin disamakan. Lalu, tentang apa kah pernikahan itu? Sepuluh tahun menjalani, sejauh ini, di titik ini, kupahami pernikahan adalah tentang mengambil peran. Kehidupan memiliki banyak tugas nan mesti diselesaikan.
“Tindakan ke luar lahir dari keselarasan di dalam.” Adalah Robert Dilts, seorang pakar ilmu pengembangan diri bernama Neuro-Linguistic Programming (NLP) yang menyusun sebuah model untuk melakukan refleksi diri. Model itu bernama Neuro-Logical Level (NLL). Singkat cerita, menurut Dilts, pikiran manusia tidak satu jenis, melainkan memiliki lapisan-lapisan yang satu sama lain saling mempengaruhi. Level paling dasar
“Insan produktif, amat jeli pada niat dan lisannya. Agar kerja tak ada yang sia-sia.” “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai dan pada setiap tangkai terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan pahala bagi orang yang dikehendakiNya dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui.” Al Baqarah: 261 Adalah jaminanNya, bahwa
“Mari taat dan saling mengingatkan. Sebab kita tak bisa taat sendirian.” “Siapapun yang bertakwa kepada Allah, pasti Allah akan membukakan jalan keluar baginya, dan Allah akan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” At Talaq: 2-3 Rezeki telah ditetapkan ketika insan diciptakan. Namun bentuknya, jumlah dan kapan turunnya, diberikan dalam berbagai bentuk, yang kadang tak
“Berbuat baiklah, dan luruskan niat. Itulah resep jitu sejak zaman Bapak Para Nabi.” “Orang yang paling baik agamanya adalah orang yang ikhlas berserah diri kepada Allah, mengerjakan kebaikan, dan mengikuti agama Ibrahim yang lurus. Allah telah memilih Ibrahim menjadi kesayanganNya.” An Nisa’: 125 Mari belajar dari insan terbaik. Insan yang ditahbiskan olehNya sebagai kekasihNya. Duhai,
“Jangan salah fokus. Kenikmatan belum tentu keselamatan.” “Ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami membukakan semua pintu kesenangan duniawi untuk mereka. Ketika mereka bergembira dengan pemberian itu, Kami siksa mereka dengan tiba-tiba. Maka, ketika itu mereka terdiam putus asa.” Al An’am: 44 Kerap orang bertanya, jika memang ketaatan itu membawa keselamatan, kebahagiaan,
“Jika kamu menyatakan suatu kebajikan, menyembunyikannya atau memaafkan kesalahan orang lain, sesungguhnya Allah Maha Pemaaf, Maha Kuasa.” An Nisa’: 149 Hidup produktif, bagi insan beriman, bukan semata soal banyak dan kasat mata. Bukan hanya yang ada di dunia. Insan beriman, ingin memastikan bahwa apa yang ia hasilkan terhitung jadi kebaikan pada hari perhitungan kelak. Maka
Tertegun ku kala dihadapkan pada ayat 107-109 surat An Nisa’. Begini bunyinya: “Janganlah kamu berdebat untuk membela orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sesungguhnya, Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat dan bergelimang dosa. Mereka dapat bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak dapat bersembunyi dari Allah karena Allah beserta mereka pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia
“Siapapun yang berbuat kesalahan dan menganiaya dirinya sendiri, lalu ia memohon ampunan kepada Allah, pasti ia akan mendapatkan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” An Nisa’: 110 Berbuat kesalahan (dosa), dalam firmanNya yang satu ini, disetarakan dengan menganiaya dirinya sendiri. Sebab sesejatinya, insan telah bersaksi ketika ia diciptakan, bahwa Dia lah satu-satunya tempat bersandar. Sebuah kesaksian

Recent Comments