Di masa awal saya belajar NLP, kerap terdengar bahasan bahwa pikiran kita tak mengenal kata negasi. Maka kita tidak dianjurkan menggunakan kata ‘jangan’, misalnya. Sebab berkata ‘jangan marah’, hanya akan membuat seseorang memikirkan kemarahan. Lebih baik, ujar bahasan itu dulu, langsung saja gunakan kalimat semacam, ‘tenanglah’. Anjuran serupa ini cukup populer pada masanya, sehingga banyak […]
Author: Teddi Prasetya
Salah satu pertanyaan yang kerap saya terima terkait dengan NLP Coach Certification yang diadakan oleh Indonesia NLP Society adalah, “Sertifikasinya dari mana, Mas?” Sebuah pertanyaan yang amat khas beberapa tahun belakangan, semenjak maraknya berbagai program pelatihan bertajuk ‘sertifikasi’. Saya sendiri pun pernah mengalami masa ketika saya pun berprofesi sampingan sebagai ‘pemburu’ sertifikat. Alhamdulillah, saya segera
Hari ini saya hadir di Sekolah Ehipassiko, BSD City. Sekolah ini merupakan salah satu sekolah yang sedang dalam perjalanan mengimplementasikan sistem The Leader in Me (TLIM). Sebuah sistem yang membantu sekolah untuk menumbuhkan budaya dan karakter kepemimpinan. Ehipassiko baru memulai inisiatif ini beberapa bulan lalu, dan kini sudah memasuki fase implementasi, setelah melalui 4 program
Sejak saya memulai menulis tentang coaching, beberapa kawan mulai mengirim email berisi pertanyaan yang kurang lebih senada, “Bagaimana kita bisa menjadi seorang coach?” Sekalian deh, saya buat sebuah artikel ya. Moga manfaat untuk semua. Yang akan saya bahas adalah apa yang kita perlukan untuk menjadi seorang professional coach, alias coach yang memang menjalankan praktik secara
Saya meyakini bahwa pasar coaching di Indonesia—dan dunia—baru dimulai. Belum mencapai titik stabil, apalagi titik jenuh. Alasannya? Bertumbuh adalah kebutuhan alamiah setiap manusia. Pilihannya adalah bertumbuh, atau mati. Csikszenmihalyi dalam karyanya, Flow, menguraikan bahwa tak membutuhkan waktu lama untuk seseorang menjadi bosan setelah terampil melakukan sesuatu. Kebosanan menjadikan seseorang sulit mengalami kondisi ‘larut’, dan lama
Mengapa Coaching akan Masih Terus Meningkat Kebutuhannya?Read More »
“Jika kata ‘menulis’ membuatmu ragu, gantilah dengan kata ‘mencatat’.” Salah satu tetanda majunya peradaban adalah maraknya karya tulis. Karya tulis yang bermutu, penuh ilmu, rekam jejak perjalanan para guru. Apalagi kebiasaan menulis, adalah pasangan serasi dari kebiasaan membaca. Tak mungkin seseorang produktif menulis, jika ia tak rajin membaca. Meski, tak semua yang gemar membaca, gemar
Para pembelajar NLP pasti pernah mengenal Neuro-Logical Level (NLL). Ya, model yang dikembangkan oleh Robert Dilts berdasar pada teori level pembelajaran Gregory Bateson ini merupakan salah satu usaha NLP generasi kedua untuk menyusun sebuah unified theory, yang menyatukan beragam teknik dan model NLP. Saking banyaknya model dan teknik praktis ini, kebanyakan pembelajar pemula kerap kebingungan
Pagi ini istri saya bercerita tentang seorang kawan di kantornya yang tak berapa lama lagi akan pindah perusahaan. Ia adalah karyawan yang baru setahun berkarya, dan sebelumnya merupakan lulusan semacam program management trainee di sana. Saya pun tergelitik bertanya, “Kalau ex MT begitu, lalu keluar, nggak ada penalti ya?” “Nggak ada lah. Bebas aja, nggak
“Kita adalah jalan, bagi kebaikan atau keburukan.” Setiap hal yang kita kerjakan sejatinya saling terkait. Ia mengalir dari satu masa ke masa lain, baik berupa kebaikan maupun keburukan. Semisal yang baru saya sadari ini. Setidaknya sudah 10 tahun sejak pertama kali saya menggeluti dunia pelatihan. Ini adalah jalan hidup yang saya pilih, sebab ia lah
Tak ada jalan lain tuk mendapat ilmu, selain melalui guru. Meski guru memang tak selalu hadir secara fisik, melainkan bisa hadir melalui media seperti buku, video, atau rekaman audio. Maka menghormati guru adalah keniscayaan, sebab tanpanya kita kan buta. Ilmu layaknya cahaya. Namun tanpa ada yang menjadi perantara cahaya, seperti lampu, obor, atau lilin, kita

Recent Comments